Sapa Lansia Di Masa Pandemi, Paroki Gondang Winangun Programkan Kunjungan Pastoral  Untuk  Adiyuswa

  • Whatsapp
Kunjungan pastoral di Lingkungan Carolus Boromeus Cabean, Jumat (16/4/2021) sore.

WartaKita.org – Ada banyak cara bisa dilakukan Gereja untuk menyapa umat, terutama para lanjut usia (Lansia) di masa pandemi covid-19 ini. Seperti yang dilakukan Paroki Santo Yusup Pekerja Gondang Winangun.

Paroki Gondang Winangun memprogramkan kunjungan pastoral untuk para lansia yang dikemas dalam bentuk perayaan Ekaristi bagi adiyuswa di lingkungan.

Bacaan Lainnya

Program kunjungan pastoral ini bertujuan sebagai sapaan kabar suka cita Paskah dan untuk meneguhkan para adiyuswa agar tetap semangat, serta selalu bahagia meski usia mereka sudah senja dan kondisi kesehatannya semakin “rapuh”.

Seperti kunjungan pastoral yang dilakukan di Lingkungan Carolus Boromeus Cabean Paroki Gondang Winangun pada Jumat (16/4/2021) sore.

Perayaan Ekaristi yang diadakan di rumah Ninik Subroto di Dukuh Cabean, Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten ini dipimpin oleh Pastor Paroki Gondang Winangun Rama FX Endra Wijayanta Pr. Ekaristi dihadiri 7 orang adiyuswa dan 4 orang pengurus lingkungan.

Rama FX Endra Wijayanta Pr dalam homili mengatakan, meskipun usia sudah tua, badan rapuh, dan mengalami keterbatasan, namun para lansia diminta untuk tetap bersyukur. Para adiyuswa diharapkan tetap pasrah kepada Tuhan Yesus sebagai sang Penyelamat.

“Seperti dikisahkan dalam bacaan Injil tadi. Setelah Yesus ditangkap dan disalibkan, seolah- olah para rasul tidak ada pengharapan lagi. Para rasul akan kembali pada kebiasan sebelumnya, yakni mencari ikan. Namun setelah Yesus bangkit, dan beberapa kali menampakkan diri-Nya kepada para rasul, akhirnya para rasul bersemangat lagi,” kata rama.

Rama FX Endra menambahkan, meskipun para lansia ini sudah berusia sepuh, namun harus tetap semangat dan selalu bergembira.

“Terlebih di saat ini, dimana para adiyuswa secara langsung mengikuti perayaan Ekaristi yang selalu dirindukan. Dimana Yesus hadir secara nyata dalam Sakramen Mahakudus,” ucap rama.

Usai Ekaristi dilanjutkan ucapan terima kasih dari salah satu adiyuswa. Mereka berterima kasih atas sapaan kasih dan kehadiran Tuhan dalam perayaan Ekaristi ini.

Kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sebentar, lalu pulang.

Sementara itu salah satu adiyuswa yang juga tuan rumah, Ninik Subroto menyatakan sangat rindu berjumpa atau didatangi rama paroki. Karena selama masa pandemi ini, para lansia tidak bisa mengikuti perayaan Ekaristi secara langsung di gereja.

“Karena kami menganggap, kehadiran rama itu sama seperti kedatangan Tuhan Yesus sendiri,” ujar lansia yang kalau berjalan memakai alat bantu (krek) ini. (Paulus Suharno/L Sukamta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar