WartaKita.org – Rama Yoseph Ispuroyanto Iswarahadi SJ atau biasa disapa Rama Iswara, lahir dan dibesarkan dalam keluarga sederhana di tepi Kali Progo. Tepatnya di Dusun Pojok V, Desa Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman.
Dia putera pertama dari pasangan suami istri (Pasutri) FX Adisukarjo dan Y Siti Suprapti.
FX Adisukarjo adalah seorang guru di SD Kanisius Ngapak I. Sedang Y Siti Suprapti adalah pengrajin parut, yang aktif dalam kegiatan ibu-ibu di kampungnya.
Orangtua Rama Is sangat memperhatikan kesejahteraan keluarga, termasuk kehidupan rohani. Sejak kecil, dia dibiasakan tertib dalam kehidupan doa, mengikuti Misa tiap hari Minggu, dan menghadiri sembahyangan atau wulangan agama di lingkungan atau stasi, serta disiplin dalam belajar.
Benih panggilan sudah dirasakan sejak Kelas 3 sampai Kelas 6 SD. Panggilan ini semakin bertumbuh ketika dia Kelas 3 SMP karena menjadi Putera Altar atau misdinar.
Riwayat Pendidikan Rama Iswara diawali di SD Kanisius Minggir pada tahun 1972, dan SMP Kanisius Klepu tahun 1976. Kemudian melanjutkan ke Seminari Menengah Mertoyudan tahun 1980, STF Driyarkara Jakarta (BA/Bachaloriat Filsafat) tahun 1985, Fakultas Teologi Wedabhakti Yogyakarta – Gregoriana (BA Teologi) tahun 1990, dan Fakultas Teologi FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (S1) pada tahun 1990.
Sedang pendidikan media dan spiritulitas di CREC-AVEX, Catholic University of Lyon, Perancis tahun 1992, dan College of Mass Communication, University of the Philippines, Quezon City, Manila (MA/Master of Arts: Radio dan Televisi) tahun 1997-1999.
Sementara itu riwayat panggilannya diawali di Seminari Menengah Mertoyudan (1976-1980), Novisiat SJ Girisonta sampai Kaul Pertama tahun 1980-1982, Pendidikan Filsafat di STF Driyarkara Jakarta tahun 1982-1985, menjalani Tahun Orientasi Kerasulan di Studi Audio Visual Puskat Yogyakarta tahun 1985-1987, dan Studi Teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti dan Fakultas Teologi, FKIP Universitas Sanata Dharma tahun 1987-1990.
Kemudian dia ditahbiskan menjadi imam di Gereja Santo Antonius Kotabaru tanggal 30 Juli 1990 oleh Kardinal Julius Darmaatmaja SJ.
Selanjutnya, Pendidikan Tersiat (Novisiat Tahun Ketiga) di Girisonta dari September 1993 sampai April 1994. Lalu kaul terakhir pada 21 September 1995, Pesta Perak Imamat pada 30 Juli 2015, dan Pesta 40 Tahun dalam Serikat Yesus pada 15 Juli 2020.

Riwayat karya Rama Is diawali dengan magang full time (Tahun Orientasi Kerasulan) di Studio Audio Visual Puskat pada tahun 1985-1987, dan diteruskan magang paruh waktu pada tahun 1987-1989. Selanjutnya di tempat yang sama, yaitu di Studio Audio Visual sebagai Trainer dan Film Maker pada tahun 1990-1999 dan HRD pada tahun 2000-2002.
Dia menjadi Direktur Studi Audio Visual Puskat Yogyakarta pada tahun 2002-2021, Kepala Bagian di Studio Ausio Visual Universitas Sanata Dharma pada tahun 2021-2024, dan Direktur PT Alam Media di Dusun Jaban, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman sejak tahun 2002 hingga sekarang.
Rama Is menjadi dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Public Speaking dan Teater, Media Pembelajaran, Komunikasi dan Media sejak tahun 1990 sampai sekarang. Dia juga menjadi dosen tamu di Fakultas Theologi Wedha Bakti, Mata Kuliah Komunikasi Sosial sejak tahun 2002 hingga sekarang.
Dari perjalanan imamat, Rama Is mendapatkan piagam penghargaan, seperti Piagam Penataran P4 dari BP7 DKI Jakarta pada tahun 1984, Certificate in Social and Religious Communication, CREC-AVEX, University of Lyon France pada tahun 1992, Certificate of Attendance, ELS International, Petaling Jaya, Malaysia pada 23 Desember 1994, dan Katibayan Ng Kagalingan (Prestasi Studi), University of the Philipnes, Diliman, Manila pada tahun 1997-1998.

Sebagai imam, Rama Iswara belum pernah ditugaskan di paroki. Karena tugasnya di media komunikasi. Maka parokinya seluas jangkauan media komunikasi itu. Atau artinya seluas dunia. Umatnya juga tak terbilang. Siapa yang sudah menikmati hasil karyanya, itulah umatnya. Mereka tinggal di pelosok-pelosok dunia.
Inilah yang menghubungkan Rama Is dengan umatnya, yaitu 405 program televisi “Penyejuk Imani Katolik”, film layar lebar (untuk bioskop) berjudul “Soegija” pada tahun 2012, dan film layar lebar (bioskop) dengan judul “Mengejar Embun ke Eropa”.
Rama Is bercita-cita dan memiliki harapan terhadap umat Katolik yaitu ingin mendampingi umat agar bisa memproduksi program audio visual (membuat kontens media sosial) untuk pewartaan nilai-nilai kemanusiaan dan religi serta bijak menggunakan media komunikasi.
Sedang bagi kaum muda, Rama Is berpesan agar mereka mau berkenalan dengan rama, bruder atau suster, dan mengunjungi tempat mereka berkarya atau menjalankan tugas.
“Datanglah dan lihatlah apa yang dikerjakan,” pesan Rama Iswara.










Luar biasa karya dan talenta Romo Is.
Sangat baik jika banyak kaum muda yg bisa berkunjung dan berdialog untuk bisa menimba ilmu yang ada pada Romo Is , diera digital ini.