WartaKita.org – Di tengah gejolak sosial-ekonomi yang makin kompleks, Credit Union (CU) tetap hadir sebagai oase keadilan dan solidaritas. Namun, kekuatan gerakan ini tak hanya bertumpu pada sistem keuangan yang kokoh, melainkan pada jiwa dan semangat para penggeraknya.
Inilah yang menjadi roh utama dan ingin dikuatkan dalam Animasi Penggerak Credit Union se Keuskupan Malang tahun 2025 yang berlangsung di Wisma Shyanti Lawang pada Kamis sampai Jumat (12-13/6/2025).
Dengan mengangkat tema “Tanggung Jawab Credit Union Sebagai Panggilan Iman”, animasi penggerak CU ini menjadi ruang reflektif dan transformatif bagi 55 peserta yang terdiri dari pengurus, pengawas, dan manajemen CU dari seluruh Keuskupan Malang dan Puskopdit Jawa Timur.
Diprakarsai oleh Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Malang dan Forum CU Keuskupan Malang, kegiatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendalam untuk memperkuat spiritualitas, kapasitas, dan arah gerakan CU di tengah tantangan zaman.
Dosen Universitas Sanata Dharma yang juga Ketua CU Kridha Rahardja, RP Antonius Sumarwan, SJ menjadi fasilitator kegitan ini untuk topik spiritualitas Credit Union. Sementara Yaiz Hery Astono, Petani Lestari dan Litbang CU Lestari menfasiliasi refleksi untuk topik pendidikan, pendampingan, dan pemberdayaan anggota.
Bertolak dari Pengalaman: Apa yang Membahagiakan Penggerak CU?
Salah satu pendekatan unik dalam lokakarya ini adalah penggunaan metode Appreciative Inquiry (AI) yang mendorong peserta untuk bertolak dari pengalaman positif dan kekuatan yang ada, bukan dari kekurangan atau masalah. CU dan keterlibatan di CU hendak dilihat bukan pertama-tama sebagai masalah, melainkan anugerah.
Refleksi awal peserta menunjukkan bahwa melihat anggota meningkat kesejahteraannya menjadi pengalaman paling membahagiakan (38 persen), disusul dengan kemampuan membantu menyelesaikan masalah ekonomi anggota (21 persen), dan kontribusi dalam membangun lembaga CU (13 persen).
Pengalaman-pengalaman ini menunjukkan bahwa pelayanan CU bukan sekadar kerja administratif atau keuangan, tetapi sebuah pelayanan insani yang melibatkan hati, iman, dan panggilan untuk memperjuangkan martabat sesama.
Memahami Kembali Spiritualitas Credit Union
Spiritualitas Credit Union adalah nilai, keutamaan, semangat, dan roh yang memberikan alasan dan kekuatan bagi para penggerak CU untuk terus berjuang dan memberikan diri bagi kemajuan Gerakan CU.
Salah satu sesi utama adalah refleksi tentang spiritualitas Credit Union. Para penggerak diajak kembali ke akar gerakan CU sebagai “gerakan tobat dan solidaritas”, bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Mereka diajak untuk merenungkan ulang: apakah selama ini tata kelola CU sungguh mencerminkan semangat kasih, kejujuran, dan pemberdayaan?
Refleksi peserta memperlihatkan bahwa spiritualitas penggerak CU dipahami sebagai jiwa pelayanan, panggilan iman, semangat solidaritas, komitmen kejujuran dan kepedulian sosial, serta dorongan untuk memberdayakan, bukan sekadar membantu. Sekitar 26 persen menyebut kata “pelayanan” sebagai intisari spiritualitas, 21 persen merujuk pada “panggilan dan semangat”, dan 17 persen menekankan “kejujuran dan integritas”. Ini menunjukkan kesadaran mendalam bahwa spiritualitas bukan hanya hiasan moral, tapi fondasi operasional.
Pengalaman para aktivis menunjukkan bahwa spiritualitas yang hidup menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan. Dalam kesaksian mereka, sumber ketangguhan bukan hanya strategi, tetapi iman kepada Tuhan, kasih kepada sesama, dan rasa tanggung jawab sebagai amanah. Mereka bertahan karena melihat hasil kecil dari perjuangan panjang, karena belajar dari kehidupan orang kecil, dan karena percaya bahwa CU adalah cita-cita besar yang layak diperjuangkan.

Menyentuh Dimensi Rohani: Latihan Rohani Ignasian
Dalam acara ini, peserta juga mendapat pengantar Latihan Rohani Ignasian, suatu tradisi refleksi dalam spiritualitas Ignasian yang membantu mereka mengolah pengalaman, mengenali gerak batin, dan menemukan Allah dalam dinamika pelayanan harian. Dengan ini, pelayanan CU tidak lagi sekadar tugas duniawi, tetapi juga ruang pewartaan dan perjumpaan dengan yang Ilahi.
Para peserta diajak mempraktikkan 5 Langkah Doa Ignasian dalam konteks pelayaan di Credit Union. Dalam setiap pelayanan yang mereka lakukan, misalnya melakukan rapat pengurus, melakukan wawancara kredit atau pun penagihan pinjaman, memberikan pendidikan, mengunjungi anggota, maupun pelayanan transkasi, mereka diajak untuk menjalaninya dengan 5 langkah berikut:
Persiapan: Menyadari kehadiran Tuhan dalam pelayanan Credit Union.
Doa Pembuka: Mempersembahkan seluruh niat dan tindakan pelayanan kepada Tuhan.
Dambaan: Merumuskan rahmat yang dimohon, seperti kebijaksanaan, kesabaran, atau belas kasih, dalam pelayanan hari ini.
Pokok Doa: Melaksanakan tugas-tugas CU dengan penuh kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam setiap interaksi dengan anggota dan rekan kerja.
Percakapan: Berdialog dengan Tuhan tentang pengalaman pelayanan hari itu—rasa syukur, tantangan, penyesalan, atau harapan untuk hari berikutnya.
Langkah-langkah ini tidak hanya memperdalam kehidupan doa pribadi, tetapi juga mengintegrasikan spiritualitas dalam tindakan profesional sehari-hari.
Dari Spirit ke Strategi: Asset Based Community Development (ABCD)
Spiritualitas yang hidup harus menemukan bentuk dalam strategi dan pendekatan konkret. Maka, peserta diperkenalkan pada model pemberdayaan Asset Based Community Development (ABCD). Dalam model ini, penggerak CU tidak memulai dari daftar masalah, tetapi dari potensi dan aset yang dimiliki oleh komunitas: keahlian, relasi, tanah, jaringan, maupun budaya lokal.
Lewat sesi ini peserta diajak untuk mengidentifikasi aset komunitas anggota, merancang intervensi berbasis aset tersebut, dan mengorganisir program secara kolaboratif. Pendekatan ini sejalan dengan semangat CU yang menekankan pemberdayaan, bukan ketergantungan.
Menjaga Bara Semangat Penggerak
Lokakarya ini bukan sekadar pelatihan teknis atau pertemuan rutin. Ia menjadi semacam retret sosial—sebuah ruang untuk merawat bara api di hati para penggerak CU agar tetap menyala. Para peserta menemukan kembali bahwa:
Pelayanan CU adalah panggilan iman, bukan sekadar pekerjaan.
Setiap interaksi dengan anggota adalah kesempatan pewartaan, bukan sekadar transaksi.
Tantangan CU harus dijawab dengan strategi berbasis kekuatan komunitas, bukan dengan keluhan atau retorika.
Menuju Gerakan yang Makin Bermakna
Dunia terus berubah. Tantangan keuangan makin kompleks. Eksploitasi digital makin masif. Budaya konsumerisme makin kuat. Tapi Credit Union tetap punya tempat: sebagai benteng ekonomi kerakyatan dan komunitas iman yang bekerja dalam keheningan, namun mengubah kehidupan banyak orang.
Di sinilah pentingnya animasi penggerak. Bukan hanya untuk memperbarui pengetahuan, tetapi untuk memperdalam panggilan, memurnikan motivasi, dan menguatkan jejaring antar penggerak.
Melalui lokakarya ini, Keuskupan Malang menunjukkan bahwa Gereja bukan hanya penyaksi iman dalam liturgi, tetapi juga pendamping umat dalam realitas ekonomi. Gereja mengingatkan: pelayanan ekonomi tidak boleh kehilangan hati, dan pemberdayaan sosial harus bersumber dari kasih. Semoga animasi ini menjadi titik tolak bagi lahirnya gerakan CU yang makin tangguh secara sistem, makin lembut dalam sentuhan, dan makin terang dalam spiritualitas.
Sebagai peneguhan, Rama Petrus Prihatin, Pr dalam sambutan akhir menyatakan komitmen Komisi PSE Keuskupan Malang untuk terus mendukung gerakan CU, tidak hanya sebagai penyelenggara acara, tetapi juga sebagai kompas moral gerakan. Komisi ini bertekad untuk terus menyelenggarakan acara-acara formasi seperti ini guna menjaga arah dan jiwa dari gerakan CU. Gereja mengingatkan: pelayanan ekonomi tidak boleh kehilangan hati, dan pemberdayaan sosial harus bersumber dari kasih. Semoga animasi ini menjadi titik tolak bagi lahirnya gerakan CU yang makin tangguh secara sistem, makin lembut dalam sentuhan, dan makin terang dalam spiritualitas.










Kegiatan seperti ini lebih sering diadakan , karena sangat berguna bagi kami
Kegiatan seperti ini lebih sering diadakan , karena sangat berguna bagi kami
Kegiatan seperti kemarin , menambah wawasan dan mempererat persahabatan antar cu
Kegiatan kemarin membuka wawasan kami untuk semakin giat berkarya untuk memajukan cu sekarwangi