FE UWM Dan MES DIY Bangun Kemandirian Ekonomi Umat Melalui Santripreneur

Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan bakti sosial dan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidh Nurani Insani di Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY pada Sabtu (14/6/2025).

WartaKita.org – Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan bakti sosial dan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidh Nurani Insani di Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY pada Sabtu (14/6/2025).

Acara ini diikuti lebih dari 50 santri.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam acara ini Dekan FE UWM Dr. Jumadi, SE, MM, Wakil Dekan I FE UWM Bahri, SE, MM, Kaprodi Akuntansi Ainun Hertikasari, SE, MAcc, Akt, CA, beberapa dosen serta BEM FE UWM.

Pengurus Ponpes Nurani Insani Ustadz Aziz mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan di tempatnya.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua,” katanya.

Sedang Dekan FE UWM Dr Jumadi dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Ponpes Nurani Insani atas terlaksananya kegiatan bakti sosial dan pengabdian masyarakat ini, serta memperkenalkan keberadaan MES DIY dan kiprahnya di masyarakat kepada para audiens.

Dr Jumadi mengatakan, telah dicontohkan oleh Rasulullah bahwa takaran, ukuran, dan timbangan harus benar.

“Tidak boleh melakukan bisnis dalam kondisi bahaya atau mudharat yang dapat merusak, serta komoditi bisnis harus barang yang halal,” ujar tegas Pengurus MES DIY ini.

“Menjadi entrepreneur harus berani mengambil risiko dan percaya pada diri sendiri,” tandas Jumadi.

Selanjutnya, Wakil Dekan I FE UWM Bahri dalam pemaparan menyatakan tentang pentingnya legalitas halal bagi usaha.

“Label halal kini tak lagi sebatas agama. Halal saat ini menjadi simbol kualitas, etika, dan keamanan yang diakui secara global,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bahri menegaskan bahwa produk yang wajib bersertifikasi halal antara lain produk kosmetik, produk kimiawi, dan produk rekayasa genetik.

“Produk lain yang harus bersertifikasi halal adalah produk makanan dan minuman, produk hasil sembelihan, bahan baku, bahan tambahan, serta bahan penolong produk,” terang Pengurus MES DIY ini.

Hal senada disampaikan Ainun, Dosen Prodi Akuntansi FE UWM. Dalam penyampaian materi, ia mengemukakan bahwa berwirausaha juga harus mematuhi pembayaran pajak.

“Penting untuk mencatat dengan benar untuk kepatuhan pajak,” pesannya.

Sedang Bhenu Artha, Dosen Prodi Kewirausahaan FE UWM menjelaskan bahwa prinsip utama bisnis syariah adalah menggunakan bahan dan proses yang halal serta hasil yang berkualitas.

“Pada bisnis juga dilarang menggunakan riba, gharar, dan maisyir. Harus ada keadilan dan transparansi, serta kontrak yang jelas,” ujarnya.

Sementara itu Wuku Astuti, Dosen Prodi Akuntansi FE UWM pada kesempatan ini menyampaikan pentingnya akuntansi untuk usaha yang dijalankan oleh santri.

“Akuntansi diperlukan supaya usaha terarah, dan sebagai dasar penganggaran maupun evaluasi,” ucapnya.

Pos terkait