WartaKita.org – Paguyuban Ketua Lingkungan (Kaling) dan Dewan Harian Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten melakukan ziarah dan dilanjutkan rekreasi (ziarek) pada Minggu (14/10/2018).
Tujuan pertama, mereka berziarah ke Gua Maria Ratu Kenya di Dukuh Ngampunan, Desa Danan, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.
Di Gua Maria Ratu Kenya, rombongan merayakan Ekaristi hari Minggu yang dipimpin oleh Rama Emmanuel Maria Supranowo Pr. Ekaristi diadakan di Kapel Rasul Yohanes di kompleks Gua Maria Ratu Kenya.
Rama Supranowo dalam homili menyampaikan, di banyak tempat peziarahan Maria, umat yang mau berziarah harus berjalan kaki. Kondisi jalannya pun sering tidak mengenakkan.
“Kadang umat harus berjalan lumayan jauh, naik, turun, kepanasan, dan sebagainya. Serba tidak mengenakkan dan butuh perjuangan. Itulah gambaran peziarahan hidup kita. Kita harus terus berjalan, dan harus tetap berjuang dalam hidup ini,” kata rama.
Pada kesempatan itu, Rama Supranowo mengajak para ketua lingkungan dan dewan harian Paroki Wedi untuk terus berjuang, peduli, dan mau berbagi kepada sesamanya.
“Bapak, ibu telah diberi berkat dan potensi yang luar biasa dari Tuhan. Maka, mari kita gunakan berkat itu untuk melayani sesama kita. Mari kita manfaatkan potensi yang ada pada kita itu untuk terlibat dan peduli pada masyarakat, lingkungan, dan paroki,” ajak rama.
Pada Ekaristi itu juga diadakan kolekte. Hasil kolekte seluruhnya diserahkan kepada pengelola Gua Maria Ratu Kenya.
Usai Ekaristi diadakan foto bersama di depan Kapel Rasul Yohanes. Selanjutnya, peserta ziarah dberi kesempatan untuk berdoa secara pribadi di depan patung Bunda Maria.
Kemudian, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Klayar di Desa Kalak, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan. Dalam perjalanan, dilakukan pengumpulan dana untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. Hanya dalam hitungan menit, dana dapat terkumpul Rp685 ribu. Dana tersebut kemudian ditambah kas Paguyuban Kaling, sehingga dana yang disalurkan ke Karina KAS melalui sekretariat paroki sejumlah Rp750 ribu.
Sebelum ke Pantai Klayar, rombongan singgah dulu di Restoran Putra Samudra Pacitan untuk makan siang. Usai makan siang, rombongan meluncur ke Pantai Klayar. Di sana, rombongan berfoto bersama dan menikmati suasana Pantai Klayar. Rombongan meninggalkan Pantai Klayar dan kembali ke Wedi pada pukul 15.30 WIB.









