2.500-an Anak Ikuti Temu Raya PIA PIR Rayon Klaten Di Jali

PIA PIR Paroki Wedi menerima piala juara 1 penampilan.

WartaKita.org – Lebih dari 2.500 anak dan pendamping dari 9 paroki dan 2 stasi di Rayon Klaten mengikuti Temu Raya PIA PIR Rayon Klaten yang diadakan di Peziarahan Maria Sendang Sriningsih Jali, Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman pada Minggu (14/10/2018).

Temu Raya PIA PIR yang mengusung tema “Datanglah kemari dan ikutlah Aku” ini diisi dengan Perayaan Ekaristi, animasi, lomba yel-yel, menyayikan jingle, tarian, edukasi, gelar budaya, dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

Rangkaian acara Temu Raya PIA PIR Rayon Klaten ini dibuka dengan menyanyikan jingle serempak oleh peserta dari 9 paroki.

Selanjutnya, lomba yel-yel yang dinilai oleh para juri. Dalam lomba yel-yel ini, juara 1 diraih oleh Paroki Santo Yohanes Rasul Delanggu, juara 2 Paroki Santa Theresia Jombor, dan juara 3 Paroki Santo Yusup Pekerja Gondang Winangun.

Kemudian tarian pembuka yang melibatkan anak dari 9 paroki di Rayon Klaten. Sejumlah 13 anak dari Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi juga turut menari dalam tarian pembuka ini.

Perayaan Ekaristi Temu Raya PIA PIR Rayon Klaten di Jali, Minggu (14/10/2018).

Setelah itu Perayaan Ekaristi. Ada 7 rama yang mempersembahkan Ekaristi ini. Bertindak sebagai Selebran Utama adalah Vikep Surakarta Rama Robertus Budi Haryana Pr. Sedang homili disampaikan oleh Moderator PIA PIR Rayon Klaten yaitu Rama Ignatius Adi Sapto Wibowo Pr dari Paroki Santo Yohanes Rasul Delanggu.

Rama Ignatius Adi Sapto Wibowo Pr dalam homili berpesan agar kegiatan Temu Raya PIA PIR Rayon Klaten ini dapat terus diadakan.

“Ini kegiatan yang luar biasa. Kegiatan ini perlu terus diadakan. Karena kegiatan ini dapat memupuk iman anak sejak dini dan mengenalkan panggilan hidup membiara pada anak-anak. Juga dapat menumbuhkan kepekaan anak untuk mau solider dan berbagi kepada sesama,” kata rama.

Sedang Vikep Surakarta Rama Robertus Budi Haryana Pr memberi aplaus untuk PIA PIR Rayon Klaten.

“Kegiatan PIA PIR di Rayon Klaten ini bisa menjadi contoh dan penggerak untuk rayon-rayon yang lain, baik di Kevikepan Surakarta maupun di Keuskupan Agung Semarang (KAS),” ucap rama.

Usai Ekaristi diadakan edukasi. Dalam edukasi ini, anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok dipandu oleh sejumlah suster, bruder, dan frater. Ada 60 biarawan biarawati yang terlibat dalam edukasi ini. Anak-anak nampak bergembira dan antusias mengikuti acara edukasi ini.

Ribuan anak memadati Sendang Sriningsih Jali.

Kemudian acara gelar budaya yang diisi dengan penampilan dari setiap paroki. Paroki Roh Kudus Kebonarum menampilkan Tari Bathok. Sedang Paroki Santo Yohanes Rasul Delanggu menampilkan paduan suara anak. Sementara Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas menampilkan Tari Kipas dan Tari Bendera.

Paroki Santa Theresia Jombor menampilkan Tari Kelinci. Sedang Paroki Adminisratif Santa Maria Ratu Bayat menampilkan dance (tarian). Sementara Paroki Santo Yusup Pekerja Gondang Winangun menampilkan Tari Maumere.

Stasi Santo Ignasius Ketandan Paroki Santa Maria Assumpta Klaten menampilkan dance (tarian). Sedang Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Dalem menampilkan gerak dan lagu. Sementara Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi menampilkan Tari Andum Rejeki. Dan Paroki Santa Maria Assumpta Klaten menampilkan Tari Gotong Royong.

Dalam gelar budaya ini, penampilan Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi meraih juara 1, disusul Paroki Santa Maria Assumpta Klaten juara 2, dan Paroki Adminisratif Santa Maria Ratu Bayat juara 3.

Pos terkait