Terjadilah RencanaMu Didalam Hidupku

  • Whatsapp
Aku saat bermain drama musikal di acara HUT ke 50 TK Marsudirini.
Aku saat bermain drama musikal di acara HUT ke 50 TK Marsudirini.

SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata Jurusan Perhotelan adalah SMK yang aku pilih setelah aku lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mengapa aku memilih itu?

Tentu karena aku bercita-cita, setelah lulus dari SMK, aku akan bekerja di Hotel Bintang 5 ternama di Yogyakarta. Itulah rencana matangku saat aku akan melanjutkan sekolah ke SMK.

Bacaan Lainnya

Setelah lulus SMK, aku mencoba mendaftar di beberapa hotel di Yogyakarta. Namun akhirnya, aku selalu kalah dengan yang lulusan D3 atau S1.

Mungkin tahun depan akan kucoba karena tidak menutup kemungkinan, lulus SMK juga dapat diterima walaupun hanya menjadi waitrees.

Dalam setahun penantianku untuk mendaftar bekerja di hotel, kembali aku bekerja menjadi kasir restoran di Yogyakarta. Dalam setahun, aku bisa pindah tiga kali tempat kerja. Ya, mungkin karena aku masih berumur muda dan banyak kesempatan untuk bekerja dimana-mana.

Nah, saat itu tepat kembali aku akan melamar kerja di hotel bersama teman yang sama- sama lulus SMK. Dan benar… dia diterima. Sedang aku tidak. Mengapa?

Menangislah aku, dan aku merasa hidup ini tidak adil.

Setelah aku berpikir, sepertinya aku harus kuliah dulu. Dan aku resign dari tempat kerja serta fokus untuk kuliah. Tentu saja jurusan perhotelan.

Setiap hari, dari kampus ke kampus, aku mencari informasi dan biaya. Kemudian sepertinya ada yang pas menurut aku. Aku sampaikan ke orang tua tentang biaya awal, biaya per semester dan lainnya. Dan ternyata, orang tuaku langsung menolak.

Orangtuaku mengarahkan aku untuk kuliah di Jurusan PAUD atau SD. Dan orangtuaku pun mau memberikan uang pangkal kuliah. Aku pun lalu berpikir. Okelah, yang penting aku lulus S1 dulu. Karena aku masih bisa mendaftar bekerja di hotel.

Namun, tempat kuliah aku ini mengharuskan para mahasiswanya untuk bekerja di PAUD. Maka, aku lalu mencari PAUD di daerahku. Dan Puji Tuhan, aku mendapat PAUD di sekitarku.

Apakah ada bayangan untuk mengajar anak-anak kecil waktu itu? Tentu tidak. Karena ilmuku adalah house keeping, front office, dan ilmu lain yang berkaitan dengan dunia perhotelan.

Setelah sekian waktu, akhirnya terbiasa dan bisa. Namun masalah yang lain muncul, yaitu untuk membayar tiap semester uang dari mana? Gaji mengajar di PAUD desa sungguh sangat banyak berkatnya.

Akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan sambilan. Puji Tuhan, selalu ada jalan. Saat itu, pekerjaan sambilanlu adalah menjadi SPG. Tentu saja bayarannya tidak tetap. Tetapi sangatlah lumayan gajinya, sehingga bisa untuk membiayal kuliah.

Mulai dari mbak SPG di Swalayan, mbak mbak SPG di Mall, mbak SPG di jalan, dan sebagainya. Dimana saja aku lakukan untuk membiayai kuliah.

Semakin lama aku kuliah, semakin lama aku mengajar di PAUD. Sehingga semakin hilang rasaku untuk mengejar mimpiku bekerja di hotel. Dan aku mulai nyaman mengenal anak-anak, dan mengajak mereka untuk bermain dan belajar bersama.

Ternyata rencana Tuhan tidak hanya membuat aku mengajar di PAUD. Aku mendapat tawaran untuk menjadi guru pendamping di sekolah Yayasan Katolik yang ada di Muntilan. Karenanya, aku semakin mendapat ilmu secara langsung di sana. Aku berharap menjadi guru yang sesungguhnya. Karena sepertinya hal itu masih seperti mimpi. Sepertinya aku belum menjadi guru yang sesungguhnya.

Dan rencana Tuhan tidak sampai di situ saja. Aku diberi kesempatan mendaftar di Yayasan Marsudirini. Saat itu, semuanya aku serahkan kepada Tuhan: apakah jalan hidupku di Marsudirini atau di Yayasan Katolik dimana aku mengandi saat itu.

Dan aku diterima sebagai bagian dari Yayasan Marsudirini untuk menjadi guru TK di sebuah desa yang disebut Boro. Namun, ini baru awal rencana Tuhan untukku. Dan memang, rencanaku adalah rencanaku. Namun rencana Tuhan-lah yang akan terjadi dalam hidupku. (Maria Putri Novitasari/ls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *