Merayakan Pesta Pelindung, Lingkungan Ignatius Ceporan Adakan Misa, Bagikan Sembako Kepada Warga

Umat Lingkungan Santo Ignatius Ceporan berfoto bersama para undangan dan warga sekitar di penghujung acara pesta pelindung lingkungan yang diadakan di Pendapa Agustinus Supardjo Dukuh Gatak Jarakan, Desa Ceporan pada Jumat (31/7/2026) malam.

Warta Kita.org – Lingkungan Santo Ignatius Ceporan, Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten merayakan pesta pelindung dengan mengadakan Perayaan Ekaristi di Pendapa Agustinus Supardjo Dukuh Gatak Jarakan, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno pada Jumat (31/7/2026) malam.

Perayaan Ekaristi yang mengusung tema “Ad Maiorem Dei Gloriam” ini dipimpin oleh Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr.

Dalam pesta pelindung ini, Pengurus Lingkungan Santo Ignatius Ceporan juga mengundang Frater Ersa, sejumlah pengurus lingkungan di Wilayah 3, perwakilan Lingkungan Santo Petrus Mawen, warga sekitar, dan undangan lainnya.

Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr dalam homili mengajak umat untuk meneladan spiritualitas Santo Ignatius dari Loyola yang diperingati pada kesempatan ini.

Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr mengajak umat untuk meneladan spiritualitas Santo Ignatius Loyola.

Santo Ignatius Loyola adalah seorang bangsawan Spanyol, seorang prajurit yang terluka, dan pendiri Ordo Serikat Yesus (Yesuit).

Saat menjadi tentara kerajaan Spanyol, Ignatius Loyola terluka parah di bagian kaki akibat hantaman meriam saat mempertahankan benteng Pamplona dari serangan tentara Prancis.

Selama masa pemulihan yang panjang, ia tidak menemukan buku yang ia sukai, melainkan membaca buku tentang kehidupan Kristus dan Kisah Para Santo. Ia menyadari bahwa membaca kisah para orang kudus memberikan kebahagiaan yang mendalam dan abadi, sedangkan khayalan duniawi hanya meninggalkan kekosongan. Ia memutuskan meninggalkan kehidupan militer dan keduniawian, lalu menghabiskan waktu dalam doa dan matiraga, termasuk tinggal di sebuah gua di Manresa. Di tempat itu, ia mulai menulis buku panduan rohani terkenal yang disebut Latihan Rohani (Spiritual Exercises).

Santo Ignatius Loyola memiliki semboyan terkenal yaitu “Ad Maiorem Dei Gloriam” (Demikian pula untuk kemuliaan Allah yang lebih besar).

“Pertanyaan refleksinya sekarang adalah: apakah umat di sini juga sudah mengupayakan Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG), Demi Kemuliaan Nama Tuhan, atau Amrih Mulyaning Asma Dalem?” tanya rama.

Rama Edy menyampaikan, untuk mengupayakan AMDG itu, maka umat perlu memahami dan menghidupi spiritualitas Magis yang dikembangkan oleh Santo Ignatius Loyola. Magis adalah sebuah konsep bahasa Latin yang berarti “lebih” atau “lebih baik”. Konsep ini merupakan semangat dasar untuk terus memberikan yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan dan sesama.

“Arti dan makna Magis ini bisa berupa semangat “lebih”, yaitu dorongan batin untuk tidak cepat puas diri atau setengah-setengah dalam melakukan kebaikan. Pilihan terbaik yaitu selalu mencari dan memilih hal yang paling besar mendatangkan kebaikan serta mendekatkan diri kepada tujuan hidup dari Tuhan. Dan pengabdian total yaitu memberikan seluruh kemampuan diri secara maksimal bukan untuk kesombongan pribadi, melainkan demi pelayanan kasih,” jelas rama.

Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr memberikan potongan tumpeng kepada Ketua Lingkungan Santo Ignatius Ceporan Antonius Dwi Noorwahyudi.

Usai Perayaan Ekaristi, dilanjutkan acara dengan ramah tamah, hiburan dan pembagian doorprize.

Ketua Lingkungan Santo Ignatius Ceporan Antonius Dwi Noorwahyudi dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada umat, warga (non Katolik) sekitar, dan undangan yang telah berkenan menghadiri pesta pelindung lingkungan ini.

“Lingkungan Santo Ignatius Ceporan ini mungkin termasuk lingkungan yang paling sedikit jumlah umatnya (di Paroki Wedi). Data terakhir, di lingkungan ini hanya ada 20 Kepala Keluarga (KK) dan 44 jiwa. Meski begitu, kami selalu guyub, kompak, dan bersemangat dalam berkegiatan di lingkungan, di paroki, dan di masyarakat,” katanya.

Lingkungan Santo Ignatius Ceporan juga mengadakan aksi solidaritas berupa pembagian paket sembako kepada warga sekitar pada pesta pelindung lingkungan kali ini.

Antonius Dwi Noorwahyudi mengatakan, Program Sambang Srawung Sedulur (S3) juga terus dihidupi di lingkungan ini. Buktinya, mereka juga mengundang perwakilan umat lingkungan di wilayah 3 dan Lingkungan Santo Petrus Mawen yang menjadi “partner” kegiatan, serta warga sekitar.

“Selama ini kita cukup menghayati Program S3. Kita sering asung pitulungan dan asung pangapura. Kita ingin menjadi umat yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan bagi sesama dan masyarakat,” tandasnya.

Dalam pesta pelindung ini, Lingkungan Santo Ignatius Ceporan juga mengadakan aksi solidaritas berupa pembagian paket sembako kepada warga sekitar sebagai perwujudan dari Sambang Srawung Sedulur. Mereka membagikan 20 paket sembako yang berisi beras, gula pasir, mie instan, teh, telur, minyak goreng, dan roti. Paket sembako ini diberikan kepada warga Dukuh Gatak, Jarakan, dan Gonalan.

Pos terkait