WartaKita.org – Perayaan Natal siswa Kristiani dari 4 sekolah, yaitu SMP Negeri 4 Klaten, SMP Negeri 1 Ngawen, SMK Semangat Pagi Klaten, dan SMK Swadaya Klaten dirayakan di Gereja Kemuliaan Sion, Jalan Pramuka Klaten, Jumat (17/1/2020).
Natalan yang dihadiri 50 siswa dan dua guru pendamping ini berlangsung sederhana tapi mengesan. Perayaan Natal bersama ini baru pertama kali diadakan.
Gagasan Natal Ekumene ini muncul dari Guru Agama Kristen SMK Swadaya Klaten Daniel Ngatnu bersama siswanya.
Sebelum ibadah Natal dimulai, para siswa diajak untuk saling berkenalan. Mereka diminta membuat kelompok yang terdiri dari sekolah yang berbeda.
Perayaan Natal diawali dengan menyanyikan pujian-pujian yang dipimpin siswa SMK Swadaya Klaten dengan iringan musik dari SMK Semangat Pagi Klaten. Natalan dibuka dengan doa oleh Daniel Ngatnu.
Guru Agama Katolik SMP Negeri 4 Klaten Fransiskus Xaverius Pardiman dalam renungan Natal mengajak para siswa bersahabat dengan semua orang. Karena dengan memiliki sahabat, orang dapat belajar untuk membangun kepribadian yang lebih matang dan dewasa.
“Dalam membangun persahabatan dibutuhkan sikap peduli, jujur, rela berkorban, dan lainnya. Demi persahabatan, Yesus menanggapi undangan Levi, pemungut cukai untuk datang di rumahnya dan makan bersama. Walau pada waktu itu, pemumgut cukai dipandang masyarakat sebagai orang berdosa dan layak untuk dijauhi. Mereka tidak layak dijadikan sahabat,” katanya.
FX Pardiman menyampaikan, puncak persahabatan yang dilakukan Yesus dengan manusia yaitu saat Yesus mengorbankan diriNya di kayu salib.
“Dengan salib manusia diselamatkan. Maka, datanglah pada Yesus untuk menjadi sahabatNya, agar kita diselamatkan,” tandasnya.
Perayaan Natal Ekumene ini diakhiri dengan foto bersama dan pesta sederhana.









