WartaKita.org – Keuskupan Agung Semarang (KAS) terus melakukan sosialisasi pendataan umat berbasis internet kepada paroki. Seperti yang dilakukan di SMP Pangudi Luhur Wedi, Kabupaten Klaten pada Rabu (22/1/2020).
Sore itu, sejumlah 23 orang yang terdiri dari Sekretariat Paroki, Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Paroki, dan rama dari tiga Paroki mengikuti sosialisasi pendataan umat berbasis internet. Peserta berasal dari Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Paroki Santa Maria Ratu Bayat, dan Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Dalem.
Sosialisasi pendataan umat berbasis internet ini dipandu oleh Tenaga Ahli Teknologi Informasi (TI) KAS Rama Dominicus Donny Widiyarso Pr dan Deny.
Rama Dominicus Donny Widiyarso menjelaskan, pendataan umat berbasis internet ini bertujuan agar data umat di paroki menjadi integral, aman, bersifat online, memudahkan pelaporan, membantu dalam menganalisa dan menentukan kebijakan pastoral, sehingga dapat memaksimalkan pelayanan umat.
“Dalam pendataan ini ada 2 “jenis” umat, yaitu umat yang berdomisili di paroki dan umat yang menerima sakramen di paroki. Data umat yang berdomisili di paroki ini ranahnya Litbang. Sedang data umat yang menerima sakramen di paroki itu ranahnya sekretariat paroki. Pengertian umat paroki adalah mereka yang telah tinggal di paroki tersebut selama 3 bulan,” kata rama.
Rama Donny Widiyarso menyampaikan, dalam pendataan umat berbasis internet ini, petugas akan menginput (data) kartu keluarga dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan surat baptis. Pembaruan data umat dan penerimaan sakramen ini akan dilakukan secara rutin dan terus-menerus.
“Program pembaruan data umat ini akan dilakukan di 43 paroki di KAS. Kalau data umat ini sudah terkumpul, valid, dan update, maka akan membantu dalam hal penentuan program dan pelayanan sehingga semakin tepat sasaran,” ujar rama.
Rama Donny menyatakan, paroki bebas menentukan “cara kerja” dalam pendataan umat berbasis internet ini.
“Namun yang jelas, pendataan umat berbasis internet ini adalah kerja marathon, bukan sprint (lari cepat jarak pendek). Maka dibutuhkan ketekunan dan kerja keras dari petugas,” pesan rama.
Sedang Pastor Paroki Wedi Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr dalam sambutan mengatakan, seperti yang disampaikan Paus Fransiskus, umat perlu mengenali dan menggunakan internet untuk membantu mereka terhubung satu sama lain.
“Internet bisa menjadi hal yang baik jika digunakan dengan cara yang benar. Cara yang benar itu misalnya untuk berdialog, untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat bagi orang banyak, dan lain sebagainya. Karena penggunaan internet yang tidak bijak bisa merugikan orang lain, dan bahkan dapat menimbulkan perselisihan,” papar rama.
Dalam sosialisasi pendataan umat ini, peserta diajari bagaimana membuka dan menginput data umat. Usai pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta antusias menanyakan berbagai hal terkait dengan pendataan umat.









