WartaKita.org – Paguyuban Prodiakon Santo Stephanus Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten merayakan pesta nama pelindung dan sekaligus perayaan Natal di Balai Mandala Gereja Paroki Wedi pada Kamis (5/1/2023) malam.
Kegiatan yang dihadiri para prodiakon bersama keluarga inti, Dewan Harian Paroki Wedi, dan sejumlah undangan lainnya ini mengusung tema “Bersyukur dan bertekun dalam pelayanan kasih Kristus”.
Koordinator Paguyuban Prodiakon Santo Stephanus Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Christiana Budi Hartini dalam sambutan mengajak para prodiakon untuk bisa meneladan semangat Santo Stephanus yang memiliki iman yang kuat dan mau mempertahankan imannya sampai mati.
“Saya mengajak teman-teman prodiakon untuk membiasakan sendika ing dhawuh. Melaksanakan tugas dengan happy (gembira), comitted (berkomitmen) dan profesional. Mboten gampang jaya enda. Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan istri, suami, dan anak-anak, sehingga para prodiakon dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” katanya.
Sedang Ketua Bidang (Kabid) Liturgi dan Peribadatan Paroki Wedi, Grejinda Budi Harmoko mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan para prodiakon selama ini.
“Saya mengimbau kepada keluarga prodiakon untuk berperan seperti Santo Yusup. Yang tidak sering disebut (di kitab suci), tetapi perannya luar biasa. Karena itu, keluarga harus tahu jadwal tugas prodiakon. Keluarga harus sering mengingatkan jadwal tugas prodiakon agar tidak lupa. Selain itu, prodiakon harus menjadi umat Katolik “garis keras”, yaitu melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Sementara itu Vikaris Parokial Wedi, Rama Heribertus Warnata Natawardaya, Pr menyampaikan selamat merayakan pesta nama pelindung kepada Prodiakon Paroki Wedi yang diadakan setelah Misa Requiem Bapa Suci Emiritus Benedictus XVI ini.
“Semangat, karya dan ajaran-ajaran dari Bapa Suci Emiritus Benedictus XVI bisa menjadi sumber inspirasi panggilan, perutusan, pelayanan prodiakon. Sehingga prodiakon menjadi bahagia dalam menjalankan tugasnya,” pesan rama.
Pada kesempatan itu, Pastor Paroki Wedi, Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr juga meminta prodiakon untuk selalu bersemangat dalam menjalankan tugasnya.
“Sesuai dengan tema perayaan ini, yaitu “Bersyukur dan bertekun dalam pelayanan kasih Kristus”, maka prodiakon juga harus membuat umat senantiasa bersyukur saat mengikuti kegiatan (doa, ibadat) di lingkungan. Jangan umat malah menjadi takut, karena sering disindir, dan sebagainya. Para prodiakon juga harus tekun beribadah untuk menghidupi gereja kita,” ucap rama.
Usai sambutan dan doa, acara dilanjutkan dengan makan bersama.
Para prodiakon bersama keluarganya tampak bahagia mengikuti perayaan pesta nama pelindung dan sekaligus perayaan Natal ini.









