Saat Ibadat Jalan Salib Jumat Agung, OMK Paroki Gamping Gelar Wayang Beber “Lurung Kamulyan”

  • Whatsapp
Dalang Dicky Yoga Mahendra memainkan Wayang Beber “Lurung Kamulyan”.
Dalang Dicky Yoga Mahendra memainkan Wayang Beber “Lurung Kamulyan”.

WartaKita.org – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Maria Assumpta Gamping, Kabupaten Sleman mengadakan pagelaran Wayang Beber sebagai penutup dan puncak Ibadat Jalan Salib di masa Prapaskah pada Jumat (2/4/2021).

Pagelaran Wayang Beber ini digelar karena Gereja Maria Assumpta Gamping memiliki lukisan karya pelukis Petrus Agus Herjaka yang berjudul “Lurung Kamulyan” atau Jalan Kemuliaan. Lukisan ini menggambarkan Jalan Salib yang dilalui Yesus sampai akhirnya wafat disalib dalam bentuk seni perwayangan.

Bacaan Lainnya

Ketua Bidang Pewartaan Paroki Gamping B Wahyu Agung menyampaikan, pagelaran Wayang Beber ini dilatarbelakangi oleh adanya lukisan “Lurung Kamulyan”.

“Pagelaran Wayang Beber ini digelar karena adanya obrolan antara Rama Nugroho dan Dewan Paroki Gamping terkait koleksi lukisan “Lurung Kamulyan” itu. Kita melihat, lukisan itu sudah cukup lama terpajang, sehingga kita terinspirasi. Dan juga, supaya umat ingat bahwa kita ini punya lukisan itu,” katanya.

Sedang Ketua OMK Paroki Gamping Felicitas Suryanto menjelaskan, Ibadat Jalan Salib dengan pertunjukan Wayang Beber ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Gereja Gamping,

“Ini pencapaian terbesar kedua dari OMK Paroki Gamping setelah film “Slamet Natalan” pada Desember kemarin. Ini menunjukkan bahwa sakjane OMK iki iso kok. OMK bisa maju bersama melalui karya-karya, baik modern ataupun tradisional seperti ini,” terangnya.

Ibadat Jalan Salib yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh OMK Paroki Gamping, pelukis “Lurung Kamulyan” Petrus Agus Herjaka, dan juga Moderator Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang (KAS) Rama Budi Purwantoro, Pr. Ibadat Jalan Salib ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Tampil sebagai dalang dalam pagelaran Wayang Beber ini yaitu Dicky Yoga Mahendra, yang juga OMK Paroki Gamping.

“Ini luar biasa sekali. Karena jarang sekali terjadi. Bahkan baru pertama kali ini ada penggabungan antara Wayang Beber dengan Ibadat Jalan Salib seperti ini. Apalagi OMK yang mengadakan,” ucapnya.

Pemuda lulusan SMKI Yogyakarta Jurusan Pedalangan ini menceritakan, pada saat dia ditawari untuk menjadi dalang dalam pagelaran ini, dirinya merasa kebingungan untuk membuat naskah cerita.

“Waktu itu cuma ketemu sekali sama Pak Petrus Herjaka untuk mendengar penjelasan mengenai lukisan beliau. Mengapa kok digambarkan seperti itu. Baru setelah itu, saya buat naskahnya,” jelasnya.

Salah satu adegan Wayang Beber di mana Yesus wafat disalib.

Pagelaran yang disiapkan selama satu bulan ini melibatkan banyak pihak. Seperti OMK Paroki Gamping dan anak-anak muda non kristiani untuk mengiringi pagelaran Wayang Beber ini sebagai niyaga. Mereka adalah teman-teman Dicky dari SMKI Yogyakarta.

“Luar biasa senang. Karena baru pertama kali ini saya bisa ikut berpartisipasi dalam Ibadat Jalan Salib dengan Wayang Beber seperti itu. Karena kita kan hidup dalam keberagaman, jadi toleransi nomor satu. Pancasila pokoknya,” tandas Vino Gino Kurniawan dan  Ferdian Galuh Seyanto, perwakilan dari para niyaga.

Ibadat Jalan Salib yang “berkolaborasi” dengan Wayang Beber “Lurung Kamulyan” ini juga disiarkan secara langsung di kanal Youtube Komsos Gamping. Sehingga umat Paroki Gamping dan umat Gereja lainnya dapat melihat dan mengikuti ibadat Jalan Salib ini.

“Kami berharap, setelah terlaksananya pagelaran ini, OMK Paroki Gamping semakin erat bergandeng tangan, untuk semakin melangkah maju bersama. OMK itu bisa. Teman-teman muda bisa memajukan Gereja,” ujar Anton. (Michaella Isti Wikaningtyas, Mahasiswa Prodi Public Relations, ASMI Santa Maria Yogyakarta/ls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *