Tingkatkan Toleransi Beragama, Komunitas Speed Jaten Bersihkan Pura Di Ngering

Relawan Speed Jaten berfoto bersama usai membersihkan Pura Panca Dharma di Desa Ngering, Minggu (28/4/2019).

WartaKita.org – Komunitas Seduluran Peduli Jogja Klaten (Speed Jaten) melakukan bakti sosial (baksos) membersihkan Pura Panca Dharma di Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten pada Minggu (28/4/2019) pagi.

Ketua Komunitas Speed Jaten, Arif Efendi didampingi pengurus lainnya, Sriyono menyampaikan, baksos membersihkan pura ini merupakan wujud kepekaan dan kepedulian Speed Jaten kepada sesama untuk meningkatkan toleransi beragama dan menciptakan kedamaian dalam kehidupan di masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kita selalu berprinsip, sekecil apapun kepedulian yang kita lakukan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Baksos membersihkan pura ini diikuti sekitar 50 relawan Speed Jaten, Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Jogonalan, dan umat Hindu setempat. Mereka bergotong-royong membersihkan bangunan pura dan halaman di sekitarnya dengan penuh semangat. Tak hanya kaum laki-laki, para perempuan pun ikut terlibat dalam baksos kali ini.

Apa yang dilakukan Speed Jaten ini sambut baik oleh Pengurus PHDI Kecamatan Jogonalan, Tugimin.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada relawan Speed Jaten yang telah mau bergotong-royong membersihkan pura di Desa Ngering ini. Semoga dengan kegiatan ini, rasa persatuan dan kesatuan diantara warga semakin meningkat,” harapnya.

Sekadar diketahui, anggota Speed Jaten ini ada 425 orang. Awalnya, Speed Jaten adalah Grup WhatsApp (WA). Karena kapasitas Grup WA itu maksimal hanya untuk 257 anggota, maka dibuatlah Grup WA lagi. Dan jumlah anggotanya terus bertambah sampai sekarang.

“Anggota Speed Jaten ini berasal dari mana-mana. Ada yang dari Jogja, Klaten, Cangkringan, Sleman, Piyungan, Gunung Kidul, dan lainnya,” papar Arif.

Sejak didirikan, Speed Jaten yang memiliki posko di Dukuh Lemah Bang, Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman ini telah melakukan berbagai aksi sosial seperti bedah rumah, bantuan air bersih, tambal jalan, membantu korban bencana di Imogiri, Palu, dan lainnya. Sedang sumber dana untuk aksi sosial berasal dari iuran anggota. Mereka serkileran semampunya, dan tidak ada paksaan.

“Speed Jaten selalu bersinergi dan peduli kepada masyarakat di sekitar kita. Terutama warga yang membutuhkan bantuan. Kita selalu siap selagi sempat dan sehat,” ujar Arif.

Menurut Arif, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan Speed Jaten. Diantaranya menambah atau melengkapi divisi-divisi, tindakan pengkondisian dalam situasi yang urgent atau mendesak, dan lainnya.

“Karena hampir setiap malam, relawan Speed Jaten membantu pengkondisian ban bocor, motor macet, dan lainnya. Ini membutuhkan tindakan yang cepat, tepat, dan akurat,” ucapnya.

Pos terkait

3 Komentar

Komentar ditutup.