WartaKita.org – Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten mencatat, selama Operasi Lilin Candi 2019 yang digelar sejak Senin (23/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020) telah terjadi 28 kecelakaan di wilayah hukum Polres Klaten.
Dari kejadian kecelakaan itu, korban meninggal dunia (MD) ada 1 orang, luka berat ada 5 orang, dan luka ringan ada 52 orang.
Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasatlantas AKP Bobby Anugerah Rachman, Senin (6/1/2020) mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka kejadian kecelakaan saat Operasi Lilin Candi 2019 ini mengalami kenaikan sekitar 10 persen.
“Penyebab utama kecelakaan masih didominasi oleh kelalaian dan kecerobohan para pengemudi itu sendiri, serta tidak mematuhi peraturan berlalu lintas, sehingga menimbulkan kecelakaan. Jadi, bukan karena kepadatan lalu lintas. Sebab bila lalu lintas padat, otomatis kecepatan akan berkurang,” katanya.
Kasatlantas AKP Bobby Anugerah Rachman menjelaskan, pada Operasi Lilin Candi 2019 ini terpantau volume kendaraan meningkat. Ini dikarenakan bersamaan dengan libur sekolah, libur pegawai, serta tahun baru.
“Tetapi semuanya tetap bisa terkendali sesuai dengan prediksi sebelumnya,” ujarnya.
AKP Bobby Anugerah Rachman mengatakan, untuk menekan terjadinya kecelakaan, maka Polres Klaten telah memberikan sosialisasi melalui spanduk baik di pinggir jalan atau di pusat keramaian dan yang strategis.
“Sebelumnya, kita juga sudah melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan memetakan di mana sering terjadi lakalantas, korbannya siapa, dan lainnya. Selanjutnya kita lakukan sosialisasi,” jelasnya.
Bobby Anugerah Rachman menyatakan, dari evaluasi Operasi Lilin Candi 2019 tersebut disimpulkan bahwa kecelakaan masih didominasi oleh karyawan swasta serta pelajar.
“Maka kita lakukan imbauan kepada pengguna kendaraan baik roda dua atau roda empat untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, baik ada dan tidak ada polisi di jalan raya. Ini demi keamanan dan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lainnya,” pesannya.









