WartaKita.org – Bidang Kemasyarakatan Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan sosialisasi pendidikan politik dan Pemilu serentak 2019 di Balai Mandala Gereja Wedi, Minggu (24/3/2019) pagi.
Sosialisasi ini diikuti Orang Muda Katolik (OMK), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Ibu Paroki, Ketua Lingkungan, dan Relawan Santo Martinus Paroki Wedi.
Ketua Bidang Kemasyarakatan Paroki Wedi Yohanes Eko Mardiyono menjelaskan, sosialisasi pendidikan politik dan Pemilu serentak ini bertujuan untuk memberikan informasi dan wawasan dari sudut pandang sebagai masyarakat Katolik yang tinggal di Indonesia.
“Sosialisasi pendidikan politik dan Pemilu serentak ini perlu dan penting untuk disampaikan kepada umat. Karena yang namanya politik itu tidak tabu untuk dibicarakan,” katanya.
Sosialisasi pendidikan politik dan Pemilu serentak ini menampilkan dua pembicara, yaitu Relasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten Pendeta Rian Pandu Bagaswara dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wedi dan Ketua Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Jawa Tengah Valentinus Bambang Setyawan.
Pada kesempatan itu, Pendeta Rian menyampaikan sosialisasi Pemilu terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT), pengenalan kartu suara, dan mekanisme dalam pencoblosan.
“Saya mengajak warga (peserta sosialisasi) untuk tidak golput. Mari kita gunakan hak pilih kita,” ajaknya.
Sedang Val Bambang mengajak umat Katolik agar aktif dalam Pemilu. Dia juga berpesan agar dalam pertemuan masa prapaskah (APP) dapat disampaikan terkait pendidikan politik bagi umat di lingkungan.
“Ketua Lingkungan berperan besar untuk mengajak umat memahami pesta demokrasi ini agar umat mau ambil bagian dalam penyelenggaraan Pemilu,” ujarnya.
Selanjutnya, Val Bambang menyampaikan rekam jejak calon presiden, calon wakil presiden, calon dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Tengah, dan para calon legislator berdasarkan hasil pendalaman dari FMKI dan Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang (P4KAS).
Usai pemaparan materi dilanjutkan sesi tanya jawab dan perkenalan caleg yang hadir pada kesempatan itu.
Acara sosialisasi ditutup dengan peneguhan dari Pastor Kepala Paroki Wedi Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr.
Pada kesempatan itu, Rama Luhur mengajak umat untuk tidak golput. Umat diminta untuk memilih calon presiden dan wakil presiden yang menyatukan dan menjamin keberanekaragaman di Indonesia.
Tak hanya itu, OMK dan relawan juga diajak untuk memantau Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan memastikan umat untuk mencoblos. Apabila ada umat yang kesulitan ke TPS, harap dibantu. Umat yang sepuh harap diberi arahan.
“Kita berharap, penyelenggaraan Pileg dan Pilpres dapat berjalan damai,” harap rama.









