Pengaruh Gadget Terhadap Perilaku Anak

  • Whatsapp
Elisabet Sutini

SAAT INI, gadget sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hampir semua orang memilikinya.

Kemajuan bidang komunikasi ini memang sangat pesat. Sekarang tidak perlu waktu lama untuk mengetahui peristiwa yang terjadi di daerah lain bahkan di luar negeri.

Bacaan Lainnya

Jika  dimanfaatkan dengan baik, gadget sangat membantu bagi kita. Namun tidak sedikit kemajuan teknologi ini disalahgunakan. Bahkan untuk bertindak kejahatan.

Pengaruh ini terutama terjadi pada anak-anak. Saat ini, sebagian besar anak cenderung sibuk dengan gadget. Karena banyak permainan yang ditawarkan sehingga mereka lebih suka duduk sendiri sambil memainkan gadget-nya.

Hal ini membuat mereka kurang peduli terhadap lingkungan. Mereka asyik bermain ketika orang di sekitarnya membutuhkan bantuan. Ketika dipanggil pun tidak segera merespon. Waktu makan, mandi belajar tidak lagi mereka pedulikan. Bahkan menjadi marah ketika diingatkan oleh orang tua. Anak-anak menjadi malas untuk beranjak dari tempat duduknya. Waktu mereka habis untuk memainkan gadget.

Akibat dari perilaku tersebut, anak-anak menjadi malas, emosional, tidak sabar jika harus sedikit menunggu, dan tidak peka untuk membantu orang lain. Mereka malas untuk mengurus diri sendiri, ingin dilayani, dan malas belajar.

Waktu mandi, mereka tidak segera mandi. Bahkan harus berebut dengan orang tua. Untuk mengambil keperluannya sendiripun minta dibantu. Meskipun sudah bisa melakukan sendiri. Akibatnya perilaku disiplin sulit untuk dilakukan. Waktu belajar mereka gunakan untuk bermain gadget.

Sikap kerja keraspun tidak mereka miliki. Mereka malas berusaha jika menemui kesulitan. Yang mereka inginkan jalan pintas atau sesuatu yang mudah saja. Mereka juga menjadi kurang menghargai kerja keras orang lain.

Anak-anak menjadi kecanduan terhadap gadget. Melihat gadget dalam waktu lama juga berakibat buruk untuk kesehatan, terutama kesehatan mata mereka. Mata menjadi pedas dan merah, dan bahkan bisa mengganggu penglihatan.

Perilaku anak-anak seperti ini terjadi karena pengaruh lingkungan dan juga karena kurangnya pengawasan dan kendali dari orang tua. Di rumah, anak melihat anggota keluarganya banyak menghabiskan waktu dengan gadget.

Ketika bermain di rumah teman, mereka diajak temannta untuk bermain gadget. Anak sering melihat orang-orang sibuk dengan gadget, sehingga menumbuhkan rasa penasaran dan ingin melakukan hal yang sama juga.

Orangtua merasa bangga bisa membelikan gadget, meskipun belum waktunya. Ini karena mereka menuruti gengsi terhadap orang-orang di lingkungannya.

Orangtua tidak membatasi waktu anak untuk bermain. Yang penting, mereka tidak rewel dan tidak mengganggu kesibukan orangtuanya. Orang tua juga tidak mengawasi apa yang dilakukan anak. Mungkin, hal-hal yang belum semestinya mereka lihat, sehingga juga bisa menimbulkan perilaku yang kurang baik. Kasih sayang yang kurang tepat dari orangtua ini akhirnya membuat amak-amak sulit dikendalikan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para orangtua untuk membatasi dan mengawasi penggunaan gadget pada anak-anak. Orangtua harus membatasi penggunaan gadget untuk hal-hal yang penting saja. Misalnya untuk belajar dan berkomunikasi seperlunya.

Jika kita memberikan waktu untuk bermain, juga harus kita batasi waktunya. Dan apa yang dilihat atau dimainkan anak melalui gadget harus dipantau oleh orangtuanya.

Hal yang paling penting adalah bagaimana orangtua memberi teladan menggunakan gadget dengan bijaksana. Orangtua harus menggunakan gadget-nya untuk hal-hal yang penting saja. Tidak sibuk bermain gadget ketika anak bersama orang tua. Orangtua perlu mengajak anak untuk melakukan hal-hal yang berguna dalam memanfaatkan waktunya.

Anak adalah tanggung jawab orang tua. Mereka adalah wajah Allah yang dihadirkan di depan kita untuk dipelihara dengan sebaik-baiknya. (ls)

Elisabet Sutini

Guru SD Marsudirini Santa Theresia Boro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar