Gunakan Media Sosial Secara Bijak, Ambil Yang Positif, Buang Yang Negatif

  • Whatsapp
Mickael Amabel Dwiqi Wicaksono

DI ZAMAN sekarang, banyak orang menghabiskan waktu dengan gadgetnya. Karena banyak media sosial yang dapat diakses melalui gadget seperti aplikasi sosial media.

Salah satu aplikasi yang saat ini sangat terkenal di kalangan masyarakat adalah aplikasi Tik-Tok. Tik-Tok  digemari oleh segala  kalangan dari anak-anak, usia muda, hingga orangtua.

Bacaan Lainnya

Banyaknya pengguna Tik-Tok ini dikarenakan aplikasi yang sangat mudah untuk dioperasikan sehingga membuat masyarakat biasa dapat menjadi seorang kreator. Beberapa orang melihatnya sebagai sebuah peluang usaha. Sedang yang lainnya melihat Tik-Tok sebagai sebuah sarana untuk menjadi terkenal.

Aplikasi Tik-Tok ini dibuat oleh Zhang Yimin seorang pria asal China. Tik –Tok mulai hadir di Indonesia pada tahun 2016 . Kemudian, Tik-Tok sempat diblokir oleh Kemenkominfo dikarenakan banyak keluhan dari masyarakat bahwa Tik-Tok memberikan dampak negatif bagi anak–anak. Akan tetapi, pemblokiran itu dibatalkan, dan kemudian booming kembali pada tahun 2018.

Aplikasi Tik-Tok dapat diunduh melalui Google Playstore maupun App store, dan beberapa app unduhan lain. Karena sangat mudahnya aplikasi ini untuk diunduh dan tanpa ada ketentuan maupun syarat dalam pengunduhan, membuat aplikasi ini semakin cepat menjamur di kalangan masyarakat.

Setiap pengunduh aplikasi ini dapat mengaksesnya dengan mudah pula. Hanya cukup mendaftarkan akun, kemudian para pengunduh sudah bisa dengan mudah mengakses aplikasi ini. Cara mendaftarkan akun pun cenderung tidak sulit. Hanya cukup memasukkan nomor telpon atau email atau menggunakan akun media sosial, diantaranya facebook, line, twitter, kakaotalk atau google.

Karena mudahnya aplikasi ini untuk diakses menjadikan banyak pihak yang menyalahgunakan aplikasi ini. Banyak pula dampak negatif yang akhirnya terjadi akibat kurangnya edukasi masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak dan kurangnya bimbingan dari orangtua saat anak menggunakan atau mengoperasikan aplikasi sosial media tersebut.

Lebih mirisnya lagi, banyak pengguna Tik-Tok yang karena ingin menjadi viral dengan cepat, mereka membuat konten yang tidak mendidik. Contohnya adalah konten yang mengandung pornografi, kekerasan, dan banyak kata-kata yang kurang mendidik bagi kalangan anak kecil.

Akibat banyaknya konten-konten yang tidak mendidik membuat para pengguna lain menjadi terpengaruh akan hal tersebut. Mulai dari anak-anak yang ikut membuat konten “joget”, mengikuti gaya berpakaian yang kurang pantas, hingga memamerkan suatu hal yang tidak senonoh .

Namun sebenarnya, aplikasi ini tidak sepenuhnya membawa dampak negatif kepada penggunanya. Karena ada beberapa warga yang menjadi viral hingga terkenal dan menjadi sarana untuk tempat menggaet pelanggan.

Jika seseorang mampu memilah dan menggunakan aplikasi ini secara bijak, maka aplikasi ini akan membawa dampak positif bagi seseorang. Contoh dampak positif yang bisa kita dapatkan dari aplikasi ini adalah sarana kita untuk menyalurkan bakat dan kreasi kita supaya dapat dikenal oleh kalangan yang lebih luas. Selain itu, aplikasi ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempromosikan sebuah produk.

Banyaknya dampak negatif yang dihadirkan oleh penyalahgunaan aplikasi ini sebenarnya dapat ditanggulangi dengan beberapa cara. Antara lain dengan membuat penyuluhan tentang bahaya Tik-Tok, menyadarkan orangtua untuk semakin membimbing serta mendampingi sang buah hati dalam menggunakan sosial media, dan sebagainya. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mulai membatasi diri dan memilah supaya kita tidak ikut seperti contoh-contoh yang kurang baik yang kita lihat di Tik-Tok.

Kita sebagai pengguna harus mulai belajar mengenal baik dan buruknya aplikasi ini. Dengan begitu, kita mulai bisa membatasi diri dan lebih mengarah kepada dampak baik untuk menarik keuntungan positif dari aplikasi ini.

Pada dasarnya aplikasi Tik-Tok ini memiliki dampak positif dan negatif. Begitu juga dengan aplikasi sosial media lainnya. Hanya saja tergantung dari bagaimana kita menyikapi dan bagaimana sudut pandang kita terhadap aplikasi sosial media tersebut. Lingkungan tempat kita berada juga sangat berpengaruh dengan bagaimana kita akan menyikapi penggunaan sebuah sosial media. (ls)

Mickael Amabel Dwiqi Wicaksono

Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta

Program Studi Public Relations

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *