Gunakan Gadget Dengan Bijak, Tetap Produktif Di Masa Pandemi Covid-19

Gadget bukan hanya sekadar alat komunikasi. Tetapi juga bisa digunakan untuk mencari rejeki.

DAMPAK pandemi Covid-19 membuat perekonomian di Indonesia, khususnya di Yogyakata melemah. Dan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat Jogja, termasuk para pelaku bisnis.

Salah satu kalangan yang terdampak pandemi Covid-19 adalah bidang kecantikan tata rias wajah atau yang akrab disebut Make Up Artis (MUA). Pendapatan mereka berkurang drastis karena banyaknya jadwal yang ditunda atau bahkan dibatalkan menyusul adanya aturan pemerintah terkait larangan kerumunan massa.

Bacaan Lainnya

Karena itu, para MUA harus memutar otak agar mampu bertahan dalam situasi yang sulit ini. Kondisi ini membuat para MUA harus mempertajam kemampuannya dalam membaca peluang bisnis yang mampu menjadi sumber penghasilannya dan memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan skill agar menjadi lebih produktif.

Berikut adalah cara terbaik untuk tetap produktif dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini :

  1. Memanfaatkan gadget dengan maksimal.

Saat ini, hampir semua orang memiliki gadget atau smartphone yang sudah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan. Entah sebagai media komunikasi antar keluarga ataupun media komunikasi dengan rekanan bisnis.

Oleh sebab itu, akan menjadi sangat penting bagi kita untuk bersikap bijak dalam menggunakan gadget ini. Penggunaan gadget dengan tepat akan membantu kita menjadi jauh lebih produktif dan membuahkan hasil yang baik dalam berkarir.

Gadget merupakan suatu media alternatif yang baik untuk menambah ilmu. Sebab didalamnya terdapat banyak media informasi pendukung seperti google , youtube , instagram , dan lain sebagainya yang dapat kita ulik lebih dalam.

Berkaitan dengan menambah wawasan perkembangan bisnis profesi, dalam hal ini di bidang kecantikan atau make up, maka melalui gadget kita mampu mengamati pangsa pasar yang sedang menjadi trend di masa ini.

Smartphone atau gadget  dapat digunakan sebagai media pendukung marketing. Sebab media sosial yang ada di dalamnya dapat menjadi sarana promo itu sendiri melalui postingan kita ataupun menawarkan jasa make up kita dalam media jual beli online tersebut. Pemanfaatan gadget yang maksimal nyatanya terbukti ampuh menjadi salah satu faktor pendukung agar tetap produktif di masa pandemi Covid-19 ini.

  1. Membaca peluang dengan bijak.

Dalam menyikapi masa sulit di tengah terjangan pandemi Covid-19 ini, pelaku bisnis jasa di bidang MUA diwajibkan jeli dalam membaca peluang bisnis. Kemampuan untuk jeli membaca peluang bisnis berkaitan dengan profesi MUA di sini dapat diasah dengan baik melalui sikap ingin tahu dan aktif mencari tahu mengenai dunia yang digeluti.

Saat ini, terdapat banyak jasa MUA yang mengeluh akan merosotnya pendapatan akibat pandemi Covid-19 yang mewajibkan mereka untuk tidak tinggal diam, dan hanya menunggu konsumen datang.

Jeli membaca peluang dalam hal ini diartikan sebagai sikap MUA yang aktif membangun relasi baru secara online maupun langsung bersama instasi atau mitra kerja terkait. Menjalin hubungan yang baik dengan anggota atau bagian dari suatu brand make up bisa menjadi solusinya. Sebab ketika sudah menjalin hubungan yang baik dengan suatu brand berkaitan dengan profesi, kemungkinan besar akan muncul peluang bisnis lain.

Sebagai contoh, ketika kita membuka relasi yang baik dengan suatu perusahaan atau brand tertentu ini memungkinkan kita untuk membangun suatu kerja sama. Bisa saja kita akan mendapat potongan discount dalam pembelian prodak ataupun diberikan peluang untuk membuka kelas make up virtual, ataupun langsung dengan sponsor dari brand tersebut. Namun untuk mencapai kesepakatan ini tentunya kita harus memiliki skill yang kompeten dalam bidang ini secara nyata.

  1. Jangan cepat puas, teruslah belajar.

Berkaitan dengan pemaksimalan pemanfaat gadget dan bijak membaca peluang bisnis, inti sarinya terdapat pada kemampuan dalam membuktikan profesionalitas  seorang MUA dalam menjalankan pekerjaannya. Seseorang akan disebut profesional hanya jika dia telah memenuhi standart dari profesi tersebut, seperti kerapian dalam make up, ketepatan waktu datang dan pengerjaan, dan standard alat yang digunakan sesuai kriteria.

Sedang hal yang akan menghambat perkembangan seseorang dari kata profesional adalah sikap cepat puas. Sifat ini justru akan menjadi suatu bumerang di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, terus belajar mengembangkan diri adalah solusinya.

Berkaitan dengan protokol kesehatan yang sedang berlaku saat ini, maka MUA perlu mengikuti kelas make up secara online, membaca referensi dari sumber terpercaya mengenai perkembangan trend, menambah ilmu, serta mau dikritik demi kemajuan. Memaksimalkan kopetensi kita akan profesi yang sedang ditekuni adalah wajib. Jadi teruslah belajar, jangan cepat merasa puas. Belajar dari sumber manapun yang sekiranya akan memberikan peluang baik dan imbas yang baik bagi karir MUA.

  1. Manfaatkan sisa tabungan dengan baik.

Menabung merupakan suatu kebiasaan yang baik untuk masa depan. Orang yang sudah terbiasa dan menabung, biasanya akan lebih jeli dan teliti dalam mengeluarkan uang hasil jerih payah mereka. Umumnya, bagi orang yang gemar menabung, dia sudah terbiasa untuk memanage keuangan yang dia miliki sebaik mungkin. Menghadapi situasi yang sangat tidak stabil ini, mewajibkan semua orang untuk tidak membuang uang tanpa alasan dan timbal balik yang jelas.

Seperti diketahui , untuk modal perlengkapan make up sendiri tidaklah murah. Maka pergunakanlah uang seperlunya dan meminimalisir pengeluaran sebaik mungkin. Jika memperoleh lebih, akan lebih baik kalau ditabung untuk kebutuhan kehidupan jangka panjang nanti.

Seperti ungkapan dari MUA Iwwan Haroun dalam artikel di Stylo.id. Dia mengungkapkan, selalu ada hikmah yang dapat diambil untuk menyisihkan uang sehingga tetap memiliki tabungan saat kondisi tidak memungkinkan seperti saat ini.

Produktif dalam masa pandemi Covid-19 ini tentunya menjadi suatu tantangan tersendiri bagi para pelaku bisnis di bidang jasa dalam hal ini adalah MUA. Sebab ruang gerak MUA sekarang menjadi terbatas karena kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini. Oleh sebab itu, menjaga kualitas dan produktifitas para pemberi jasa ini harus tetap dijaga dengan baik. Jangan jadikan pandemi ini sebagai halangan untuk berkarya.

Dalam kondisi ini tentunya kita merasa banyak dirugikan. Tetapi ingatlah, bahwa di setiap musibah terdapat banyak berkat. Seperti pandemi Covid-19 ini yang mengajar kita untuk tetap menjaga kesehatan, dan beralih total ke era digital, serta membentuk mental kita. Siapa yang mampu bertahan, maka dialah yang akan menang. Semoga pandemi ini segera berlalu dan laju perekonomian serta bisnis di negara ini kembali normal.

 

Imanuella Goetha

 

Pos terkait