Kurangi Limbah Plastik, Mahasiswa KKN Undip Membuat Ecobrick Di SDN 1 Socokangsi

Tim Mahasiswa KKN Undip Semarang berfoto bersama para guru di SDN 1 Socokangsi pada Jumat (16/8/2024).

WartaKita.org – Masalah lingkungan seringkali membuat permasalahan di masyarakat.

Pencemaran lingkungan seperti limbah plastik merupakan sampah yang menjadi permasalahan lingkungan secara global.

Bacaan Lainnya

Limbah plastik merupakan limbah yang tidak bisa terurai secara sendiri dan penguraiannya memiliki jangka waktu yang sangat panjang. Limbah plastik ini seringkali berakhir di tempat yang memiliki ekosistem kehidupan seperti sungai, laut, serta lahan. Keberadaan limbah plastik seringkali mengganggu ekosistem sekitar dan mencemari lingkungan.

Pada era sekarang, krisis lingkungan sangat memprihatinkan karena tidak adanya penindakan serta solusi secara preventif.

Melihat hal itu, maka Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Desa Socokangsi, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten mempunyai inisiatif dalam mengurangi limbah plastik ini dengan membuat ecobrick.

Anggota Tim Mahasiswa KKN Undip di Desa Socokangsi, Adi Prasetia menjelaskan, ecobrick merupakan kerajinan dari botol plastik dengan diisi sampah plasik hingga botol plastik tersebut memadat.

“Solusi ini dapat membuat masyarakat mengurangi volume sampah plastik secara perlahan, sekaligus bisa digunakan untuk kerajinan yang bisa dipajang ataupun dipamerkan,” katanya.

Program ecobrick ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Socokangsi pada Jumat (16/8/2024).

Tujuan dari memilih lokasi ini karena mempertimbangkan pengetahuan tentang penggunaan sampah plastik yang berguna dari sedini mungkin yang dimulai dari bangku sekolah dasar (SD).

Program ini tidak hanya berfokus tentang pengetahuan sampah plastik dan ecobrick, tetapi apa yang dihasilkan (limbah) dari masyarakat itu bisa dibuat kerajinan yang memikat. Program ini diharapkan bisa diajarkan sedini mungkin kepada anak-anak seperti yang dilakukan di SDN 1 Socokangsi ini.

“Program ini juga diharapkan bisa berkelanjutan, agar sampah plastik itu tidak serta merta langsung dibuang tanpa adanya penanganan, serta solusi untuk menguranginya,” kata Adi.

Pos terkait