WartaKita.org – Singkong merupakan salah satu komoditas hasil tani yang paling utama di Desa Socokangsi, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Hasil dari singkong ini dibuat makanan khas Desa Socokangsi yaitu gemblong.
Pada era sekarang, persaingan di bidang usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) semakin meningkat. Hal ini dikarenakan permintaan pasar dan juga perilaku konsumen yang ingin mencari produk baru yang lebih memikat dan tidak pernah dijual sebelumnya.
Karenanya, untuk meningkatkan daya saing UMKM tersebut, maka Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program kerja multidisiplin atau kelompok secara inovatif yang dikenal sebagai “Program Pemberdayaan UMKM Lokal”.
Anggota Tim Mahasiswa KKN Undip di Desa Socokangsi, Adi Prasetia menyampaikan, program kerja ini terkait dengan pembuatan beragam inovasi rasa gemblong, dari yang semula hanya gemblong rasa original atau tanpa ada rasa.
Dalam program kerja ini, Mahasiswa KKN Undip membuat inovasi gemblong dengan menghadirkan banyak rasa, seperti coklat,stroberi, dan vanilla.
Program ini dilaksanakan di Balai Desa Socokangsi pada Jumat (2/8/2024).
Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan para UMKM, Kelompok Tani, serta petani Desa Socokangsi.
Kegiatan dari program kerja ini berupa workshop pemberdayaan UMKM dengan menghadirkan daya tarik melalui branding sosial media untuk membantu memasarkan gemblong tersebut.
Mahasiswa KKN Undip berharap, program kerja bisa diterapkan dan digunakan oleh para pelaku UMKM, Kelompok Tani, serta petani Desa Socokangsi. Mereka diharapkan bisa bersinergi untuk memperkenalkan gemblong ke luar daerah.
“Program ini merupakan perwujudan dukungan akademisi dalam mengembangkan ekonomi lokal dengan membuat berbagai inovasi,” kata Adi.









