Entaskan Kemiskinan, Usaha Ekonomi Produktif Harus Dikuatkan

Januari Ayu Fridayani saat menyampaikan materi pada pelatihan penguatan usaha ekonomi produktif di Bueno Colombo Hotel Kalasan, Senin (20/12/2021).

WartaKita.org – Ada banyak cara bisa dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan di masyarakat. Salah satu caranya dengan penguatan usaha ekonomi produktif.

Rangkuman ini mengemuka pada kegiatan Penerapan Strategi Pengentasan Kemiskinan Melalui Penguatan Usaha Ekonomi Produktif Anggota Credit Union (CU) Kridha Rahardja (KR) Wedi, Kabupaten Klaten dan Yogyakarta di Bueno Colombo Hotel Jalan Raya Jogja – Solo Km 14 Kalasan, Sleman, DIY pada Senin sampai Selasa (20-21/12/2021).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS Ditjen Ditristek Tahun Anggaran 2021.

Pelatihan penguatan usaha ekonomi produktif ini diikuti oleh 33 peserta dengan beragam usaha.

Pada hari pertama atau Senin (20/12/2021), pelatihan penguatan usaha ekonomi produktif ini didampingi dua narasumber dari Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, yaitu Januari Ayu Fridayani dan Maria Angela Diva Vilaningrum Wadyatenti.

Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Januari Ayu Fridayani dalam paparan menyampaikan, untuk mengentaskan kemiskinan, warga perlu memiliki usaha ekonomi yang produktif. Dan agar usaha ekonominya bisa produktif, maka mereka perlu merancang program pemberdayaan bisnis.

“Agar program pemberdayaan bisnis dapat berjalan dengan baik, maka peran Credit Union (CU) dan lembaga pendukung sangat dibutuhkan. Peran fasilitasi Credit Union ini meliputi pemasaran, penjamin, konsultasi bisnis,” katanya.

Januari Ayu Fridayani menyatakan, dengan peran fasilitasi Credit Union ini diharapkan anggota CU bisa berdaya.

“Yang dimaksud dengan anggota CU bisa berdaya ini yaitu punya akses keuangan (intermediasi keuangan), berintegritas dan solider ( intermediasi sosial), sehat secara fisik, ekonomi, dan sosial (jasa-jasa sosial), serta produktif, inovatif, dan punya network ( jasa-jasa pengembangan usaha,” terangnya.

Maria Angela Diva Vilaningrum Wadyatenti saat menerangkan materi pada pelatihan penguatan usaha ekonomi produktif di Bueno Colombo Hotel Kalasan, Senin (20/12/2021).

Sedang narasumber lainnya yang juga Dosen Program Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Maria Angela Diva Vilaningrum Wadyatenti mengemukakan, dalam menjalankan usaha ekonomi, tidak semua pelaku bisa meraih sukses.

“Lantas, bagaimana cara membuat usaha yang sukses? Usaha itu harus kombinasi dari resource dan market approach, bisnis sesuai kebutuhan konsumen, bisnis memiliki keunggulan daya saing, dan bisnis mampu bertahan dalam jangka waktu panjang,” paparnya.

Maria Angela Diva Vilaningrum Wadyatenti menerangkan, dalam realitasnya, banyak juga pelaku usaha yang  mengalami brangkrut.

“Mengapa banyak bisnis bangkrut? Karena tidak melakukan perencanaan bisnis dengan tepat dan terintegrasi. Karena itu, pelaku usaha perlu merancang model bisnis,” pesannya.

Ada pesan penting disampaikan Januari Ayu Fridayani dalam pelatihan penguatan usaha ekonomi produktif ini. Pesannya, bahwa dalam menjalankan bisnis dibutuhkan strategi.

“Mengapa bisnis kita butuh strategi? Pertama, agar dapat memiliki competitive advantage (keuanggulan bersaing). Dan kedua, agar dapat memiliki keunggulan bersaing yang sustainable,” jelasnya.

Dalam pelatihan penguatan usaha ekonomi produktif ini, peserta mendapat banyak pengetahuan dan wawasan terkait bagaimana mengelola usaha. Selain itu, peserta juga mendapat kesempatan untuk sharing bagaimana merancang model bisnis yang akan dilakukannya.

Pelatihan penguatan usaha ekonomi produktif ini mendapat tanggapan yang baik dari peserta.

“Bagi saya, pelatihan penguatan usaha ekonomi produktif ini semakin memperjelas saya sebagai pelaku usaha. Saya semakin tahu dalam penghitungan (usaha saya) secara keseluruhan. Dan juga, kita bisa membangun jejaring usaha, bisa saling mendukung,” ucap Laurensius Sudarman, pengusaha arang kayu dari Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman ini.

Pos terkait