WartaKita.org – Mewabahnya Covid-19 atau virus corona di banyak tempat mengakibatkan keberadaan hand sanitizer menjadi langka. Padahal barang tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai alat atau cara untuk mencegah penyebaran virus corona.
Karenanya, Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten membuat Program Unwidha Mengabdi.
Dalam program ini, Unwidha Klaten membuat ratusan liter hand sanitizer yang kemudian dibagikan ke rumah sakit, klinik, kantor, sekolah, dan lainnya.
Hand sanitizer ini mulai diproduksi pada Senin (16/3/2020) di laboratorium Unwidha Klaten dengan menggunakan resep dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Tim Pengabdian Masyarakat ini terdiri dari 7 orang dosen, yaitu Daru Pratomo, Yulinda, Bayu, Syarifah, Ratnanik, Anik, dan Sigit.
Dosen Unwidha Klaten Yulinda, Rabu (1/4/2020) menjelaskan, inisiatif pembuatan hand sanitizer ini didasarkan atas langkanya keberadaan produk tersebut di pasaran sejak mewabahnya Covid-19.
“Saat ini hand sanitizer mulai langka. Stok hand sanitizer di toko-toko juga sudah habis,” katanya.
Yulinda mengatakan, ada beberapa kendala dalam pembuatan hand sanitizer ini. Diantaranya pada bahan baku.
“Kami masih memiliki stok sekitar 100 liter alkohol. Namun kami belum bisa membuat hand sanitizer. Karena kami masih kesulitan dalam mendapatkan komponen lain berupa gliserol,” ujarnya.
Yulinda menyatakan, pihaknya telah mendistribusikan sekitar 60 liter hand sanitizer kepada masyarakat. Selain itu, juga membagikan sebanyak 20 liter alkohol, dan 5 botol hand sanitizer untuk pemenuhan kebutuhan di beberapa rumah sakit.
“Selain hand sanitizer, kami juga membagikan masker, sabun cuci tangan (handsoap), dan tempat cuci tangan (portable washtafel),” ucapnya.
Sementara itu Wakil Rektor III Unwidha Klaten Bidang Kemahasiswaan Daru Pratomo mengatakan pihak kampus terpanggil untuk membuat hand sanitizer tersebut dilatarbelakangi karena pandemi virus corona yang sedang melanda.
“Tim pengabdian masyarakat Unwidha Klaten sempat mendapatkan kesulitan dalam mencari bahan kimia untuk membuat hand sanitizer. Tetapi karena kami semua bekerja keras, maka pembuatan hand sanitizer ini dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.









