WartaKita.org – Stasiun Klaten menjadi pintu gerbang utama yang dilalui para pendatang dari luar kota atau luar daerah, baik untuk tujuan wisata ataupun lainnya.
Maka, perwajahan Stasiun Klaten dapat menjadi identitas atau simbol yang memberikan kesan pertama bagi pengguna kereta api dari luar kota sebelum memasuki jantung Kota Klaten.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro, Kamis (6/6/2024), menyampaikan, image yang cantik tentunya dapat memberikan efek “mengundang” sehingga dapat meningkatkan kunjungan di Kota Seribu Candi dan Seribu Umbul Mata Air ini.
Karena itu, KAI Daop 6 Yogyakarta melakukan upaya untuk mempercantik perwajahan salah satu pintu gerbang Kabupaten Klaten ini.
Beautifikasi (upaya mempercantik bangunan) Stasiun Klaten tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mendukung Kabupaten Klaten untuk terus tumbuh.
“Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tentunya akan menjadi kolaborasi yang baik dalam rangka menberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dan di sisi lain, Daop 6 Yogyakarta juga bersemangat memberikan peningkatan layanan kepada pelanggan kereta api melalui beautifikasi ini,” katanya.
Krisbiyantoro menyatakan, Stasiun Klaten merupakan stasiun yang terus tumbuh dengan volume penumpang yang semakin naik dari tahun ke tahun.
Hal tersebut terlihat dari data Daop 6 Yogyakarta yang menunjukkan jumlah volume penumpang yang terus naik sejak adanya wabah Covid 19.
Pada tahun 2021, jumlah penumpang tercatat sebanyak 187.342 orang. Sedangkan di tahun 2022 terdapat peningkatan sebesar 136 persen dari tahun 2021 menjadi 442.470 penumpang KA. Untuk tahun 2023 terdapat peningkatan sebesar 217 persen dari 2021 menjadi 593.408 penumpang KA. Dan di tahun 2024 dan selanjutnya diprediksi penumpang KA akan terus meningkat.
*Saat ini penumpang KA jarak jauh di Stasiun Klaten rata-rata per harinya mencapai 800 penumpang, dan penumpang KRL rata-rata mencapai 1.300 penumpang per harinya,” ujarnya.

Krisbiyantoro menjelaskan, kereta yang dilayani Stasiun Klaten juga cukup banyak dan beragam. Hampir semua daerah yang dilayani perjalanan KA menuju kota ini, yaitu sebanyak 64 KA Antar Kota, dan 30 KA Perkotaan yang terdiri dari 24 perjalanan KRL dan 6 perjalanan KA Bandara Internasional Adi Soemarmo.
“Ini tentunya menjadi peluang tersendiri bagi Kabupaten Klaten untuk meraih tingkat kunjungan yang lebih baik lagi dengan peningkatan layanan transportasi perkeretaapian,” tandasnya.
Ia mengemukakan, melalui beautifikasi, Stasiun Klaten akan menjadi lebih luas di beberapa area, seperti ruang tunggu dan area parkir sehingga dapat mengakomodir lebih banyak penumpang KA serta meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Fasadnya juga akan dipercantik dengan konsep open space agar terasa lebih lega dan tentunya tanpa mengubah unsur heritage Stasiun Klaten.
Saat ini, proses beautifikasi Stasiun Klaten masuk tahap persiapan dimana pada Kamis (6/6/2024) ini sudah dilakukan penertiban dan penataan kawasan di sekitar Stasiun Klaten. Proses tersebut berjalan kondusif dan tentunya Daop 6 Yogyakarta berterima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat.
“Beautifikasi Stasiun Klaten ditargetkan rampung dan melayani pelanggan dengan baik pada tahun 2024 ini,” ucapnya.









