Cegah Banjir, Ada Wacana Jembatan Modran Diganti Jembatan Gantung

Kadarwati dan Hamenang saat meninjau jembatan Modran, Sabtu (7/3/2020).

WartaKita.org – Keberadaan jembatan Modran yang berada di Dukuh Modran, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten dinilai sejumlah pihak sangat “dilematis”.

Di satu sisi, jembatan yang membentang di atas Kali Dengkeng ini menjadi penghubung bagi warga di tiga desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Trucuk, Bayat, dan Cawas.

Bacaan Lainnya

Namun di sisi lain, bangunan penyangga jembatan yang berada di tengah sungai itu mengakibatkan berbagai sampah tertahan, sehingga aliran sungai tidak lancar dan membuat banjir.

Karenanya, sebagai solusi jangka panjang, ada wacana untuk membongkar jembatan Modran tersebut dan menggantinya dengan jembatan gantung.

Wacana itu mengemuka saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati dan Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau jembatan Modran pada Sabtu (7/3/2020).

Peninjauan jembatan Modran ini dilakukan setelah mendapatkan kabar ambrolnya pondasi penahan jembatan tersebut akibat banjir yang terjadi beberapa hari lalu.

Akibat ambrolnya pondasi jembatan tersebut, maka untuk sementara waktu jembatan Modran tidak bisa digunakan. Bahkan polisi sudah menutup jembatan dengan memasang garis polisi agar kendaraan tidak melintas.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati menyatakan, diperlukan langkah cepat untuk menangani ambrolnya pondasi jembatan Modran ini agar kerusakannya tidak terus bertambah. Karena itu, masyarakat diajak bergotong royong untuk menyingkirkan rumpun bambu yang tersangkut pada bangunan penyangga jembatan yang berada di tengah sungai.

“Di sekitar pondasi jembatan yang ambrol ini perlu diberi kawat bronjong untuk menambal sementara fondasi yang ambrol. Semoga ini bisa menjadi solusi sementara yang bisa dilakukan,” katanya.

Kadarwati mengatakan, jembatan Modran ini dibangun dengan swadaya masyarakat. Dan selama ini  menjadi jalan alternatif untuk akses transportasi bagi warga sekitar.

“Karena tidak jauh dari jembatan Modran ini telah dibangun jembatan Talang yang menelan biaya sekitar Rp 8 milyar, maka saya mengimbau warga sekitar untuk menggunakannya. Eman-eman kalau jembatan Talang itu digunakan. Warga jangan nekad melewati jembatan Modran ini karena bisa berbahaya,” ujarnya.

Sedang Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan, DPRD Klaten siap memperjuangkan pembangunan jembatan gantung itu untuk dipihaki di APBD perubahan 2020 sepanjang wacana tersebut telah disepakati oleh masyarakat dan dituangkan dalam perencanaan pembangunan.

“Saya meminta kepada Kepala Desa terkait untuk segera rembugan, membuat surat, serta sosialisasi kepada warga sekitar. Dengan rencana pembangunan jembatan gantung di Modran ini nantinya kita harapkan, berbagai sampah tidak tersangkut di bangunan penyangga jembatan yang berada di tengah sungai itu. Sehingga aliran sungai menjadi lancar dan tidak menyebabkan banjir,” paparnya.

Sementara itu Kepala Desa Talang Sutopo menyampaikan, pondasi jembatan Modran tersebut ambrol karena diterjang banjir pada Kamis lalu (5/3/2020).

Jembatan Modran ini memiliki panjang 25 meter serta lebar 1,5 meter. Selama ini jembatan Modran menjadi jalan alternatif bagi warga di tiga desa. Saat ini, jembatan sudah ditutup dengan bambu serta diberi garis polisi agar warga tidak melintas. Akibatnya, warga setempat harus memutar melalui jalan alternatif.

“Terkait dengan rencana pembangunan jembatan gantung ini akan kita musyawarahkan bersama 3 kepala desa, yaitu Desa Bawak, Talang, dan Planggu,” ucapnya.

Pos terkait

1 Komentar

  1. Ide yg bagus Bu @ Kadarwati mg lekas terealisasi,bikin yg keren cat yg keren biar viral di medsos..seumpama kasih nama jembatan merah modran

Komentar ditutup.