Berusaha Itu Harus Tekun, Bersungguh-Sungguh, Dan Ikhlas…

Bu Tutik dan cucu sedang membuat pesanan ayam bakar.

WartaKita.org – Budi Astutiningsih (65) atau yang kerap disapa Bu Tutik ini adalah ibu dari 2 orang putri, sekaligus nenek dari 6 orang cucu. Dia memiliki beragam usaha yang ditanganinya sendiri.

Usahanya ini bermula dari membuka warung kelontong dan almarhum suaminya membuka sol sepatu dan toko sepatu di depan kantor Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo.

Bacaan Lainnya

“Saya pertama kali membuka usaha ini tahun 1979 bersama suami saya. Dan ketika sudah berjalan hampir 32 tahun, atau tepatnya tahun 2011, saya mencoba buka warung makan ayam bakar. Ternyata, konsumennya banyak,” katanya.

Setelah 1 tahun membuka warung makan, Tutik mencoba membuka usaha angkringan.

“Tetapi bukan saya yang menunggu. Saya hanya memasak saja,” ujarnya di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Melalui usaha bisnisnya itu, Tutik dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan menyekolahkan kedua anaknya hingga lulus kuliah.

Tutik menyampaikan, dulu sewaktu belum pandemi Covid-19, penghasilan warungnya bisa lebih dari Rp 500 ribu per hari. Dalam sehari, dia bisa buat nasi kucing 130 bungkus untuk angkringannya. Dan kadang, saat tengah malam, masih minta dibuatkan 50 bungkus. Sedang untuk gorengan bisa habis 100 biji per hari.

“Tetapi sekarang, sehari dapat uang Rp 300 ribu saja sudah bersyukur. Kalo buat nasi kucing hanya 30 bungkus. Itu pun kadang masih sisa sedikit,” paparnya.

Kini, Tutik hidup seorang diri, karena kedua putrinya telah menikah dan hidup bersama keluarganya.

Tutik berpesan kepada para pebisnis untuk selalu tekun, bersungguh-sungguh, dan ikhlas dalam menjalankan bisnisnya. Jangan pernah mengeluh, karena hal itu bisa menghambat perjalanan usahanya.

“Alon-alon waton kelakon. Usaha yang kita jalani belum tentu akan selalu berjalan mulus, pasti akan ada halangan dan rintangan. Tinggal bagaimana sikap kita saja dalam menyikapinya,” pesannya.

Pos terkait