WartaKita.org – Berita mengenai tanda-tanda akan terjadinya erupsi Gunung Merapi sampai sekarang masih terdengar. Para warga yang termasuk ke dalam zona bahaya dampak erupsi Gunung Merapi pun mulai dievakuasi, meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Karenanya, sejumlah barak pengungsian pun telah disiapkan sesuai dengan protokol kesehatan.
Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini merupakan situasi yang sulit bagi banyak orang, terutama para pengungsi. Maka, alasan inilah yang menggerakkan hati Komunitas Kopi Malam untuk meringankan beban para pengungsi erupsi Gunung Merapi di masa pandemi.
Komunitas Kopi Malam merupakan sekelompok pemuda pecinta kopi. Mereka berniat mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) yang bertujuan untuk membantu para pengungsi lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Komunitas Kopi Malam menjelaskan, kegiatan baksos ini diawali dengan mengadakan penggalangan dana untuk para pengungsi erupsi Gunung Merapi yang akan diadakan pada tanggal 9 sampai 28 Desember 2020. Hasil dari penggalangan dana dan bantuan dalam bentuk lainnya ini akan diberikan kepada pengungsi pada tanggal 31 Desember 2020. Berdasarkan informasi, total ada 237 jiwa yang mengungsi di Glagaharjo.
Bantuan yang akan disalurkan berupa sembako, paket kesehatan, paket kebersihan, peralatan makan dan minum, serta dana taktis. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat lansung mengunjungi basecamp Komunitas Kopi Malam yang berlokasi di Jalan Nitiprayan Nomor 47 A Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.









