WartaKita.org – Angga Dandi Prayoga (18), siswa Program Studi Geologi Pertambangan SMK Negeri 2 Depok Sleman (Stembayo) berhasil meraih medali emas pada ajang perlombaan pencak silat EXSCO SMADABA CUP #4 tingkat Pulau Jawa tahun 2019.
Anak dari pasangan Markuat dan Surati ini lahir di Gunungkidul pada 19 September 2002.
Siswa yang akrab di panggil Angga ini memiliki bakat pencak silat yang luar biasa. Dengan tekad yang kuat dan usaha yang keras akhirnya membuahkan hasil menjadi juara 1 tunggal putra di EXSCO SMADABA CUP #4 tingkat Pulau Jawa tahun 2019.
Selain itu, dia juga merupakan siswa berprestasi dari SD sampai SMP. Dia selalu berada di peringkat 3 besar.
Meskipun lahir di Gunungkidul, namun dia tinggal di Sleman. Hal ini dikarenkan dia ikut orang tuanya. Dia tinggal di kontrakan keluarga yang beralamat di Dukuh Sono, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Angga merupakan anak pertama dari empat bersaudara.
Angga mulai menyukai pencak silat saat dia duduk di bangku Kelas 3 SD. Di sekolah tersebut ada ekstrakurikuler pencak silat, dan Angga tertarik untuk ikut pencak silat. Dari situ Angga mulai menyukai dan mempelajari pencak silat lebih mendalam.
“Awal mula aku suka pencak silat itu, ketika aku kelas 3 SD. Di sekolah ada ekstra pencak silat, dan aku penasaran. Pencak silat itu apa, dan bagaimana? Akhirnya aku mengikutinya, dan ternyata asyik juga,” kata Angga.
Setelah menekuni lebih jauh dunia persilatan, Angga akhirnya mencoba untuk mengasah bakatnya dengan mengikuti berbagai ajang perlombaan pencak silat. Dan beberapa kali Angga mendapatkan hasil yang memuaskan dan pulang membawa piala kemenangan.
Kemudian, Angga melanjutkan studinya ke SMPN 5 Depok. Angga pun ikut salah satu ekstrakurikuler di sekolah tersebut, yaitu pencak silat. Dia mencoba mengikuti berbagai event olahraga dan ajang perlombaan. Pada Ujian Nasional, Angga juga mendapatkan peringkat 5 besar.
Angga sangat menyukai olahraga dan pencak silat. Selain pencak silat, dia memiliki hobby menyanyi dan olahraga. Tak hanya itu, Angga juga suka berorganisasi. Dia mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) waktu SMP. Dia juga mengikuti ekstrakurikuler sepak bola dan saat ini bergabung di pencak silat Merpati Putih.
Di dalam berorganisasi, Angga selalu memegang peranan penting. Seperti menjadi tonti (peleton inti). Dia sebagai komandan peleton tonti. Dan di ekstrakurikuler sepak bola, dia berperan sebagai koordinator ekstra tersebut. Sedang di OSIS, dia menjadi kepala bidang jasmani dan olahraga.
Selama ini, orangtuanya mengajarkan kepada Angga untuk hidup sederhana dan bersyukur. Angga hanya membawa uang Rp15 ribu yang dia pakai untuk membeli bensin.
Dengan tekad yang bulat, dia berhasil mendapatkan medali emas. Prestasi yang diraihnya ini mengubah prinsip bahwa uang itu bukan segalanya, tetapi tekad yang kuat itu yang terpenting.
Angga mengungkapkan, alasan dia menyukai dan terus berlatih pencak silat sampai saat ini karena pencak silat merupakan salah satu media relasi dengan Tuhan Yang Maha Esa.
“Olahraga pencak silat ini baik untuk kesehatan jasmani, menjaga keselamatan diri karena kita mampu menjaga diri ketika ada kejahatan, ketengan hati, dan sebagai media relasi kita kepada Yang Maha Esa,” ungkapnya.









