NAMA lengkapku Agustina Puji Astuti. Biasanya saya dipanggil dengan sebutan Tutik.
Saya lahir di Kulon Progo pada tanggal 29 Agustus 2002. Saya adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara. Saya lahir dan tumbuh atas didikan dan kasih sayang dari kedua orang tua yang sangat saya hormati. Dia adalah Bapak Sukimin dan Ibu Jemikem.
Saya tinggal bersama kedua orangtua dan keempat saudara perempuan saya di Dusun Kalisentul, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dari keempat saudaraku itu, ada yang sudah menikah dan mempunyai keluarga, yaitu kakak saya yang pertama bernama Noviyanti. Sedang kakak saya yang kedua bernama Maria Maryanti saat ini memasuki biara di Pringgolayan. Sementara kakak saya yang ketiga adalah Cicilia Astiningsih dan sudah bekerja di Semarang. Serta adik saya, Yesica Arlita yang saat ini sudah memasuki SMP kelas VII.
Saya hidup dengan kesederhanaan. Bapak saya bekerja sebagai buruh, dan ibu saya sebagai ibu rumah tangga.
Pada tahun 2007, saya memulai pendidikan di Taman Kanak–Kanak Pangudi Luhur Boro. Saya menempuh pendidikan TK selama 1 tahun. Kemudian saya melanjutkan di SD Pangudi Luhur III Boro. Saya lulus SD pada tahun 2014.
Bersamaan dengan kelulusan saya di SD, kedua orang tua saya menitipkan saya di Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro. Ini karena alasan ekonomi keluarga dan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga, serta agar saya dapat melanjutkan sekolah.
Dan pada akhirnya, saya benar-benar memasuki sebuah panti asuhan yang pada saat itu membuat saya sedikit kecewa. Tetapi bagaimanapun juga, mau tidak mau saya harus menuruti kemauan kedua orangtua saya, yang kebetulan ada kakak saya yang ketiga yang juga dititipkan di panti.
Tahun 2014 saya melanjutkan sekolah di SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang dan lulus pada tahun 2017. Setelah itu, saya melanjutkan pendidikan di SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta, dan tinggal di asrama.
Saya lulus dari SMK tahun 2020, dimana tahun ini menjadi tahun yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena adanya pandemi Covid-19, seluruh sekolah di Indonesia meniadakan Ujian Nasional dan pengumuman kelulusan dengan cara online, tanpa bertemu dan berpamitan secara langsung.
Selama 6 tahun saya tinggal di panti ini, tentunya menjadi masa yang sangat berarti dimana saya mendapatkan banyak pengalaman, cerita, dan teman yang sangat berharga.
Di panti ini saya bisa lebih mengenali teman-teman yang berbeda daerah, mengenal masing-masing watak dan kepribadian mereka setiap harinya.
Hal yang menyenangkan selama saya menjadi anak panti adalah saya bisa mempunyai banyak teman, dan saling bekerja sama baik belajar maupun bersih-bersih. Saya bisa belajar lebih mandiri, diajarkan untuk lebih bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, dan masih banyak lagi.
Hal yang menyedihkan selama saya dipanti adalah jauh dari jangkauan kedua orang tua dan saudara. Selama 6 tahun ini tentunya banyak suka dan duka yang telah saya alami. Sukanya di panti ini ketika kita dalam kebersamaan, makan bersama, nonton bersama, pergi bersama, kumpul bersama, dan semuanya serba bersama menjadi satu saudara.
Harapan saya untuk kedepannya adalah saya ingin menjadi seorang yang sukses agar saya bisa membanggakan suster dan kedua orang tua saya. Saya tidak ingin membuat kecewa orang-orang yang telah mendukung saya selama ini.
Saya ingin menunjukkan kepada semua orang, terutama yang selalu meremehkan kedua orang tua saya bahwa suatu saat nanti saya bisa sukses dengan kerja keras. Dan semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi donatur panti dan dapat membantu adik-adik panti.









