WartaKita.org – Kesehatan gigi dan mulut sering kali menjadi aspek yang terabaikan dalam rutinitas sehari-hari, meski perannya sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Di Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, banyak anak usia Sekolah Dasar (SD) yang mengonsumsi makanan manis seperti permen dan coklat secara berlebihan. Hal ini secara signifikan akan meningkatkan risiko karies gigi.
Sayangnya, kesadaran akan pentingnya rutinitas menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut masih rendah di kalangan mereka. Akibatnya, beberapa anak sudah mengalami masalah kesehatan gigi seperti karies atau gigi berlubang.
Kurangnya pengetahuan dan kebiasaan yang tepat dalam merawat gigi menjadikan masalah ini semakin mendesak untuk ditangani.
Karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui program Gerakan SIRAJA atau sikat gigi rajin mengambil langkah konkret untuk mengatasi tantangan ini.
Dengan pendekatan yang ramah anak dan edukatif, mereka berkomitmen untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menyikat gigi secara teratur dan bagaimana kebiasaan sederhana ini dapat mencegah karies gigi.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi angka karies, tetapi juga untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya kesehatan mulut, yang merupakan fondasi utama untuk kesehatan secara keseluruhan.
Kurangnya pemahaman tentang pentingnya kebersihan mulut dan gigi di kalangan anak-anak ini mendorong diadakannya program edukasi kesehatan gigi di SD Negeri 2 Tibayan.

Mahasiswa KKN Undip, Shinta Febhriana Wisnu Putri merancang program edukasi yang menarik dan informatif mengenai perawatan gigi yang benar.
Pendampingan edukasi dilaksanakan pada Jumat (26/7/2024) pukul 09.00 WIB.
Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan anak-anak dalam menjaga kesehatan gigi mereka.
Kegiatan dimulai dengan pemberian materi yang mencakup pengetahuan dasar tentang gigi, penyebab, dan bahaya karies, serta cara-cara pencegahannya.
Selanjutnya, dilaksanakan demonstrasi cara menggosok gigi yang efektif dan benar. Kegiatan diakhiri dengan mini quiz.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak SDN 2 Tibayan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka sangat aktif dalam mengikuti demonstrasi sikat gigi menggunakan media phantom gigi.
Anak-anak juga bersemangat menjawab pertanyaan pada mini quiz.
“Keberhasilan program ini diharapkan dapat membantu siswa-siswi untuk mengubah kebiasaan mereka dalam merawat gigi, dan mendorong mereka untuk menjaga kebersihan mulut dengan lebih baik di masa depan,” ucap mahasiswa dari Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro ini.









