Ajak Warga Hidup Sehat Dan Cegah Hipertensi, Mahasiswa Undip Kenalkan CERDIK Dan Diet DASH Di Desa Tibayan

Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama warga Desa Tibayan di sela kegiatan Penyuluhan dan Skrining Hipertensi pada Rabu (7/8/2024).

WartaKita.org – Di sejumlah wilayah, keterbatasan akses terhadap fasilitas medis dan alat skrining seringkali menjadi hambatan dalam pelaksanaan deteksi dini penyakit seperti hipertensi. Kondisi ini dapat mengakibatkan data tekanan darah yang kurang akurat, sehingga berisiko menimbulkan misdiagnosis dan pengambilan keputusan medis yang kurang tepat.

Oleh karena itu, pelaksanaan skrining hipertensi semakin mendapat perhatian sebagai langkah penting untuk memastikan deteksi dini, memungkinkan intervensi medis yang lebih cepat, dan mengurangi risiko komplikasi yang serius.

Bacaan Lainnya

Sebagai bagian dari upaya ini, maka mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Shinta Febhriana Wisnu Putri melakukan Penyuluhan dan Skrining Hipertensi di RW 1 Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom.

Kegiatan ini diadakan bersamaan dengan pertemuan rutin Ibu PKK di RW 1 Desa Tibayan pada Rabu (7/8/2024) pukul 13.00 WIB dan diikuti sekitar 50 orang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya ibu-ibu dalam mendeteksi dini kondisi tekanan darah tinggi, agar pengobatan dan pencegahan komplikasi bisa segera dimulai,” katanya.

Mahasiswa KKN Undip saat memeriksa tekanan darah warga Desa Tibayan di sela kegiatan Penyuluhan dan Skrining Hipertensi pada Rabu (7/8/2024).

Shinta Febhriana Wisnu Putri menyampaikan, kegiatan dimulai dengan skrining hipertensi, di mana para ibu diperiksa tekanan darahnya. Mereka sangat antusias mengikuti pemeriksaan ini, terutama karena sebagian besar dari mereka belum pernah melakukan skrining hipertensi secara rutin sebelumnya.

Setelah skrining, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pentingnya gaya hidup sehat yaitu CERDIK (yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress), serta pengenalan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), sebuah pola makan yang dirancang khusus untuk membantu mengendalikan hipertensi.

Selama penyuluhan berlangsung, banyak ibu yang aktif bertanya, terutama terkait cara mengatur pola makan sehari-hari dan bagaimana menerapkan diet rendah garam yang dianjurkan oleh Diet DASH. Keterlibatan aktif masyarakat ini menambah semangat dalam penyuluhan serta membuat suasana menjadi lebih interaktif dan informatif.

“Saya berharap, dengan diadakannya kegiatan ini, ibu-ibu di RW 1 bisa lebih sadar akan pentingnya memeriksa tekanan darah secara rutin, dan mulai menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah langkah kecil, tetapi sangat berarti untuk mencegah hipertensi dan komplikasi lainnya di masa mendatang,” ungkap Shinta, mahasiswa dari Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Undip ini.

Pos terkait