ADITYA TRI SYAHRIA atau biasa dipanggil Adit ini adalah anak muda Kabupaten Purbalingga yang berhasil membawa pulang medali emas cabang olahraga (cabor) Panjat Tebing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang diselenggarakan pada 2 hingga 15 Oktober 2021.
Adit kelahiran Purbalingga pada 27 Agustus 2003. Di umur yang terbilang masih sangat muda ini, dia berhasil meraih medali emas pada PON Papua 2021. Prestasi ini tentunya menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi daerah Jawa Tengah, dan terutama Purbalingga.
Bersama rekan se-timnya, yaitu Kiromal K dan Alfian M, Aditya berhasil meraih emas untuk Jawa Tengah di nomor beregu Speed WR Relay Putra di Arena Panjat Tebing SP 2 Mimika pada 7 Oktober 2021.
Untuk mencapai kesuksesan pada ajang pekan olahraga kali ini, Adit harus menempuh berbagai tantangan dan perjuangan yang keras hingga bisa di titik sekarang. Dimana dia bisa membawa nama baik Kabupaten Purbalingga sebagai perwakilan Provinsi Jawa Tengah.
Usaha yang dia lakukan dari dulu, kini dapat membuahkan hasil yang begitu membanggakan bagi daerah kelahirannya. Pencapaian prestasi ini tentunya bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda yang lainnya agar tetap bersemangat.
Ketika mengetahui perwakilan dari Purbalingga berhasil membawa pulang emas, membuat Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi sangat bangga dan senang. Karena dengan begitu, berarti ada kemajuan di bidang olahraga di Purbalingga.
Aditya yang bisa membawa pulang emas merupakan suatu kebanggaan sendiri. Apalagi dari Purbalingga sendiri jarang bisa mencapai prestasi olahraga sampai nasional.
Sebelum memperoleh kemenangan di PON XX di Papua, Adit juga pernah memenangkan juara di perlombaan Panjat Tebing pada Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Jawa Tengah pada tahun 2018.
Sebelum memperoleh juara tersebut, perjuangannya begitu besar, sampai-sampai harus benar-benar membagi waktu antara pelajaran sekolah dan latihan secara intens. Bahkan seringkali dia tertinggal materi pelajaran sekolah, karena harus benar-benar harus fokus latihan untuk mempersiapkan lomba nantinya.
Namun, usahanya pada saat itu tidak sia-sia. Dia berhasil memenangkan juara pada Porprov Jateng tersebut. Dengan keberhasilannya ini, dia juga bisa membawa nama baik sekolahnya, yaitu SMA Negeri 2 Purbalingga, sekaligus nama baik Kabupaten Purbalingga.
Adit menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Muntang. Setelah lulus SD, dia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 4 Purbalingga.
Nah, di SMP inilah awal mula dirinya mengikuti kegiatan atau mengikuti olahraga Panjat Tebing.
Mengapa Adit tertarik panjat tebing?
“Karena panjat tebing adalah olahraga yang memacu adrenalin dan salah satu olahraga berprestasi yang kompleks. Maka dari itu, saya tertarik dan terjun ke olahraga panjat tebing. Dan sampai sekarang, saya pun masih melakukannya. Ya, karena saya suka dengan tantangan. Apalagi yang memacu adrenalin,” katanya.
Kemudian, Adit bergabung ke group atau komunitas panjat tebing. Dengan bergabung ke komunitas tersebut membuat kesehariannya harus mengikuti latihan secara intens, dan ini dilakukan setiap hari. Latihannya ini sebagai bekal ketika dia mengikuti ajang perlombaan.
Adit sering mengikuti perlombaan panjat tebing untuk mewakili SMP atau komunitasnya. Bahkan, dia juga sering mewakili Purbalingga.
Walaupun pernah beberapa kali tidak sesuai harapan, namun hal itu tidak membuat Adit berhenti atau putus asa. Kegagalan itu malah menambah semangatnya dan terus berlatih.
Sewaktu masuk SMA, Adit tidak menghentikan kegiatannya sebagai atlet panjat tebing. Dia terus mengikuti latihan dengan menyeimbangkan pembelajaran di sekolah.
Dia juga masih sering mengikuti perlombaan panjat tebing. Bahkan, dia sampai sering minta dispensasi pembelajaran, dikarenakan harus latihan untuk persiapan lomba tersebut sampai ajang perlombaan itu dilaksanakan.
Saat masih di SMA, Adit juga mengikuti kegiatan cabang atletik. Sejak kelas 10 sampai kelas 12, Adit sering mengikuti latihan dan perlombaan atletik.
Bahkan, beberapa kali dia juga mengikuti perlombaan olahraga cabang atletik pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau POPDA yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga.
Adit memiliki hobi olahraga, membaca buku, mendengarkan musik, serta bermain game.
Di SMA-nya dulu, Adit dikenal sebagai sosok yang ramah terhadap siapapun. Dia aktif dalam pembelajaran, ibadahnya selalu dijaga, serta tidak neko-neko atau nakal.
Pada saat jam kosong atau istirahat, dia gunakan waktu itu untuk membaca buku, sambil mendengar musik lewat headsheet. Apabila teman-temannya mengajak bermain game, ia juga tidak menolak.
Dalam pembelajaran, Adit termasuk anak yang aktif. Dia selalu bertanya apabila belum paham, serta bisa menjadi pembicara yang baik ketika presentasi. Karena public speaking-nya bagus, mempermudah dirinya melakukan presentasi dan mengekspresikan pendapatnya.
“Prinsip saya, sesuatu yang sudah dimulai harus dilanjutkan sampai akhir, dan saya tidak pernah menyerah untuk hal yang sedang saya perjuangkan,” ucap Adit menjelaskan prinsip hidupnya.
Selain prinsip tersebut, ternyata ikhtiar dan usaha serta doa dari orang terdekat dan orang-orang yang peduli dengannya merupakan salah satu faktor yang menjadikannya tetap bersemangat sampai sekarang.
Perilaku Adit ini bisa menjadi contoh bagi anak-anak muda sekarang, apalagi sesama atlet. Walaupun bukan seorang atlet, tetapi siapapun bisa mengikuti caranya yaitu bagaimana berusaha untuk mencapai impian yang ingin diraih.









