Kembangkan Kreatifitas, PIR Paroki Gamping Buat Lampion Dari  Botol Bekas

Para remaja Paroki Gamping sedang membuat lampion dari botol bekas, Minggu (13/12/2020).

WartaKita.org – Tim Kerja (Timja) Pendampingan Iman Remaja (PIR) Paroki Santa Maria Assumpta Gamping, Kabupaten Sleman tetap mencoba berkreasi dan mengembangkan kreatifitasnya di tengah keterbatasan ruang gerak akibat pandemi Covid-19.

Karenanya, pada Minggu (13/12/2020) lalu, Timja PIR Paroki Gamping mengadakan kegiatan membuat lampion dari botol bekas untuk para remaja di paroki setempat.

Bacaan Lainnya

Koordinator Timja PIR Paroki Gamping Rafael Tirta Bayu Andika menyampaikan, saat Misa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang lalu, Timja Pendampingan Iman Anak (PIA) mendapat kesempatan untuk menghias gereja dengan layangan dan kutipan Injil serta dipajang di dalam gereja.

Nah, kali ini Timja PIR yang diberi kesempatan menghias gereja untuk Misa Natal nanti. Akhirnya, kita membuat hiasan lampion ini,” katanya.

Rafael Tirta Bayu Andika mengatakan, kegiatan membuat lampion ini dilakukan pada hari Sabtu (12/12/2020), dan dibagi menjadi 2 sesi, yaitu pukul 10.00 WIB untuk sesi pertama dan pukul 12.30 WIB untuk sesi kedua. Pembuatan lampion dilakukan di aula Maria Gereja Paroki Gamping.

“Pembuatan lampion diikuti oleh perwakilan anak-anak remaja dari lingkungan yang ada di Paroki Gamping. Mulai dari usia  12 tahun sampai 16 tahun, atau anak kelas 6 SD sampai remaja kelas 1 SMA. Dengan durasi 2 jam pada setiap sesinya, anak-anak remaja ini diminta untuk membuat lampion dari botol bekas yang nantinya akan digantung di dalam gereja sebagai penghias Misa Natal nanti,” paparnya.

Bayu juga menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan anak-anak remaja bisa lebih tertarik lagi dengan kegiatan PIR, sehingga teman-teman remaja bisa aktif terlibat di gereja, terlebih dalam kegiatan PIR. Selain itu, pembuatan lampion dari botol bekas ini diharapkan bisa menjadi satu kegiatan untuk melepaskan kejenuhan  dan kebosanan teman-teman remaja yang selama ini mengikuti pembelajaran daring di rumah.

“Sebenarnya, PIR itu khan usianya nanggung. Antara ikut PIA atau OMK. Jadi kita ingin memfasilitasi dan menyediakan kegiatan untuk teman-teman remaja yang ada di lingkungan. Supaya lingkungan itu juga tahu, bahwa sebenarnya masih ada teman-teman PIR ini,” ungkapnya.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Semester 5 ini berharap, kegiatan ini bisa menjadikan teman-teman remaja lebih kreatif lagi walaupun di masa pandemi Covid-19.

“Kami juga berharap, dengan kegiatan ini teman-teman remaja bisa bersosialisasi dengan teman-teman remaja lainnya di Paroki Gamping, setelah sekian lama tidak dapat berinteraksi atau bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya,” harapnya.

Pos terkait