SEPERTI yang diketahui, penularan virus corona masih berlangsung sampai sekarang.
Penularan terjadi ketika cairan atau cipratan air liur (droplet) terhirup orang lain yang ada di sekitar masuk ke organ pernapasan dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas hingga sedang, seperti penyakit flu.
Banyak orang terinfeksi virus ini. Setidaknya satu kali dalam hidupnya. Siapa pun dapat terinfeksi virus corona.
Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah rentan terhadaap serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim juga mungkin berpengaruh.
Virus corona menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Terdapat tujuh jenis coronavirus (HCoVs) yang telah teridentifikasi, yaitu HCoV-229E, HCoV-OC43, HCoV-NL63, HCoV-HKU1, SARS-COV, MERS-COV, dan COVID-19.
Ada pula beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan seperti hidung beringus, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, demam, dan merasa tidak enak badan. Gejala lain yang harus diwaspadai juga seperti hilangnya kemampuan merasakan sesuatu atau mencium bau.
Setelah banyaknya pemaparan mengenai bahayanya virus corona, maka pemerintah bekerja sama dengan ahli kesehatan menjelaskan aturan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus selama new normal. Masyarakat diajak untuk bisa beradaptasi dengan beraktifitas dan bekerja dan tentunya mengurangi kontak fisik dengan orang lain dan bersekolah dari rumah.
Kemudian protokol yang harus diperhatikan dan diikuti adalah menjaga kebersihan tangan, jangan menyentuh wajah, menjaga jarak, isolasi mandiri, menjaga kesehatan, dan tentunya jangan lupa pakai masker.
Hand sinitizer dan masker adalah alat penting yang wajib digunakan untuk melakukan aktivitas di luar rumah atau berinteraksi dengan orang lain. Bagi Anda yang memiliki gejala gangguan pernapasan, kenakanlah masker medis ke mana pun. Setelah digunakan (masker medis hanya bisa digunakan 1 kali dan harus segera diganti), jangan lupa buang masker di tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan setelah itu. Hal ini mampu mengurangi penyebaran virus Covid-19.
Namun, bagi Anda yang tidak memiliki gejala apapun, cukup gunakan masker non-medis. Karena masker medis jumlahnya lebih terbatas dan diprioritaskan untuk mereka yang membutuhkan
Memakai masker dianggap sebagai cara efektif untuk meminimalisir risiko penularan virus. Oleh karena itu, sangat disarankan kepada semua orang yang beraktivitas di luar ruangan menggunakannya.
Menurut para pakar kesehatan, sebagian besar yang terinfeksi Covid-19 adalah mereka yang tidak menunjukkan gejala apapun. Hal ini yang membuat penyebaran virus menjadi tidak terkendali. Karena penting dan sangat mudah didapatkan, seharusnya protocol ini bisa dilaksanakan dengan baik dan benar. Namun kenyataan yang terjadi masih banyak masyarakat yang belum menggunakan masker.
Alasan umumnya adalah mereka tidak mempercayai adanya Covid-19 atau mengganggu aktivitas bekerja mereka. Dari peristiwa ini muncul ide untuk mengajak masyarakat menggunakan masker selama new normal berlangsung agar diterima dengan baik dan dilaksanakan oleh semua orang tanpa terkecuali. Diharapkan juga agar masyarakat mau bekerja sama memutus penyebaran virus agar situasi kembali normal seperti semula.
Seberapa pentingkah masker?
Dikutip dari berbagai sumber penelitian dalam jurnal kesehatan The Lanchet 1 Juni 2020 terhadap 44 riset yang melibatkan 25 ribu orang atau partisipan dari 16 negara, hasilnya: peluang tertular jika kita memakai masker wajah hanya 3 persen. Sedang jika tidak menggunakan masker, peluang tertular sebesar 17 persen.
Masker menjadi pelindung fisik yang berguna mencegah droplet masuk ke tubuh dan mengurangi penyebarannya di udara. Pemakaian masker menjadi semakin penting karena sebagian orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala, tetapi bisa menularkan virus ke orang di sekitarnya. Hasil penelitian juga menemukan fakta bahwa pemakaian masker wajah bisa mengurangi penyebaran virus dari orang-orang yang tidak bergejala ini.
Ada pula aturan pemakaian masker yang perlu diperhatikan. Masker sekali pakai harus menutup hidung, mulut, dan dagu dengan rapat, yang berwarna di bagian depan dan pemakaian maksimal adalah 4 jam. Saat masker sekali pakai akan dibuang ada juga aturan yang harus diperhatikan seperti membuka masker dari belakang, gunting dan buang masker. Dan jangan lupa menggunakan hand sanitizer atau cuci tangan. Kemudian untuk masker kain, diperlukan mencuci masker dengan detergen dan air panas, bilas dan jemur, kemudian setrika.
Ada banyak jenis masker yang bsa digunakan saat ini. Jenis pertama adalah masker kain, kemudian masker bedah yang sangat disarankan bila sedang sakit dan masker N95 yang mampu menghalau percikan air liur dan partikel kecil. Namun penggunaan N95 tidak dianjurkan untuk setiap hari. Penggunaan masker N95 umumnya digunakan oleh tenaga kesehatan yang terpapar langsung dengan pasein Covid-19.
Banyak penjelasan yang tersebar di internet, pamflet, dan stasiun TV mengenai perkembangan Covid-19 yang setiap harinya meningkat. Tidak lepas juga dari ingatan tentang hastag Indonesia Terserah dari para tenaga kesehatan. Bukan terserah dalam artian tenaga medis lepas tanggung jawab atas virus corona, melainkan terserah masyarakat mau mengikuti protokol atau tidak, namun tenaga medis akan tetap mengurusi dan mengobati pasien yang terjangkit virus.
Setiap iklan TV, media sosial, dan internet juga mendorong dan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengikuti protokol kesehatan. Ingat pesan ibu adalah salah satu slogan yang tengah banyak digemborkan untuk mengingatkan ke masyarakat akan bahaya virus corona dan pentingnya mengikuti protokol kesehatan.
Masyarakat yang masih saja bebal akan kondisi dan aturan yang ada masih banyak ditemukan. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan aturan terbaru sesuai dengan aturan daerahnya masing-masing.
Mereka yang melanggar aturan di beberapa tempat akan diberi peringatan dan diminta pulang oleh petugas. Ada pula yang sampai dikenakan sanksi sosial seperti membersihkan sampah atau denda berbayar.
Meski sudah banyak sanksi yang diterapkan, namun masih banyak juga yang masih mengabaikan aturan tersebut. Tidak tahu bagaimana pola pikir seperti itu, apakah sempit atau memang kurang teredukasi dengan baik.
Data menunjukkan, hampir 1,7 juta orang meninggal dunia dengan kasus positifnya mencapai 72, 2 juta orang dan sembuh sekitar 50, 6 juta jiwa. Dengan angka sebanyak ini, apakah tidak cukup logika untuk menerima bahwa Covid-19 itu ada dan itu bukan rekayasa pemerintah?
Contoh lain yaitu kasus positif di Indonesia yang mencapi 600 ribuan lebih dengan jumlah kematian lebih dari 18 ribu jiwa.
Semoga dengan adanya wacana yang membahas tentang arti penting masker selama new normal ini, masyarakat semakin sadar dan paham pentingnya protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah. Masyarakat semakin sadar dengan menjaga dirinya sendiri, secara tidak langsung mereka akan menjaga orang lain dan akan memutus tali penyebaran virus agar negara kita dapat kembali seperti semula sehingga perekonomian semakin meningkat dan menyejahterakan masyarakat.











Semoga corona berlaluuu yaaa