WartaKita.org – Dini Desita yang kerap dipanggil Dini ini lahir di Lampung pada tanggal 8 Juni 2001.
Saat ini, dia mengambil jurusan Matematika di Universitas Lampung (UNILA).
Gadis mandiri ini kerap mendapat prestasi sejak kecil hingga kini.
Prestasi demi prestasi dia raih dimulai sejak bersekolah di SMP Negeri 1 Metro. Saat itu, dia mendapat ranking 1 di setiap kelasnya. Lalu dia melanjutkan sekolah di SMA Negeri Metro, dan meraih ranking 3.
Tak sampai di situ saja, prestasi yang sangat dia banggakan semasa duduk di bangku sekolah yaitu saat dia dan timnya meraih juara 2 dalam perlombaan Smanpat Championship.
Dini mengungkapkan, dalam mencapai prestasi, pasti akan ada masalah atau kesulitan.
“Masalah yang saya alami saat mencapai prestasi adalah tidak diizinkan oleh kedua orangtua karena belum bisa membagi waktu antara belajar dan latihan,” katanya.
Dini menjelaskan, hidup itu tidak hanya sekadar mengejar prestasi. Maka dari itu, di sela kuliah dan mengejar prestasi, dia juga ikut dalam berorganisasi.
Selama mengikuti organisasi, dia sangat berperan aktif didalam kegiatan dan kepengurusan organisasi.
Organisasi yang pernah dia ikuti adalah paduan suara, basket, dan Koperasi Mahasiswa Universitas Lampung.
Dini menyatakan, pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti organisasi adalah ketika dia menjadi pengurus Gugus Fakultas MIPA. Karena menjadi pengurus Gugus Dakultas MIPA adalah pengalaman pertama dalam berorganisasi.
Menurut dini, ikut dalam organisasi itu sangat penting, karena akan mendapat banyak pengalaman yang bermanfaat dari berorganisasi itu.
“Manfaat dari ikut berorganisasi yaitu mendapatkan soft skill yang tidak kita dapatkan di pendidikan. Jadi dengan mengikuti organisasi, kita bisa memiliki banyak pengalaman. Seperti dengan menjadi panitia, pengurus, dan sebagainya. Kita juga bisa menganalisis suatu masalah dan belajar bersama-sama dalam menyelesaikan masalah tersebut. Karena soft skill tidak didapat dari dosen, melainkan dari organisasi,” ujarnya.
Dini berpesan kepada mereka yang sekarang masih belajar agar jangan takut untuk meraih prestasi.
“Teruslah berkarya, teruslah berprestasi. Jika orang lain bisa, kenapa kamu nggak bisa? Gagal bukan berarti akhir dari segalanya. Bangkit, lalu coba lagi. Karena menang dalam suatu lomba juga bukan patokan dalam berprestasi,” tandasnya.









