WKRI Wedi Adakan Seminar Dan Penyuluhan, Sampah Dan Kanker Jangan Jadi Momok Yang Menakutkan

Pengurus WKRI Ranting Wedi berfoto bersama narasumber penyuluhan kesehatan kanker.

WartaKita.org – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan seminar pengelolaan sampah dan penyuluhan kesehatan kanker di Balai Mandala Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus (SPM BK) Wedi, Minggu (10/11/2019).

Ketua panitia seminar Theresia Budi Wahyuni dalam laporan menyampaikan, seminar pengelolaan sampah dan penyuluhan kesehatan kanker ini dimaksudkan sebagai ajang pembelajaran bersama untuk mengetahui cara mengelola sampah, terutama sampah plastik yang tidak bisa diurai, serta bagaimana mencegah dan mengobati kanker.

Bacaan Lainnya

“Dalam seminar pengelolaan sampah dan penyuluhan kesehatan kanker ini kita menampilkan dua narasumber, yaitu dari Srikandi Sungai Kabupaten Klaten dan Lembaga Kanker Indonesia Surakarta. Kita berharap, semoga seminar pengelolaan sampah dan penyuluhan kesehatan kanker ini bisa berguna bagi peserta dan dapat disebarluaskan kepada sesama yang lain,” katanya.

Sedang Pastor Kepala Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr dalam sambutan mengatakan, selama ini, sampah dan kanker menjadi momok yang menakutkan. Maka keduanya harus dikelola agar tidak menakutkan lagi. Terutama soal sampah. Sampah perlu dikelola agar bisa menjadi berkah.

“WKRI sebagai ormas Katolik mempunyai tugas perutusan untuk menghadirkan wajah sosial Gereja di masyarakat. Dan dengan uluran tangan kita, kita diajak untuk membangun masyarakat dan menumbuhkan harapan, serta terus menjaga keutuhan ciptaan alam,” pesan rama.

Ketua Srikandi Sungai Kabupaten Klaten Sri Susilowati dalam paparan menjelaskan, sampah sudah menjadi permasalahan bersama. Karena itu masyarakat harus peduli pada sampah.

“Masyarakat perlu merubah cara pandang mereka tentang sampah. Sampah bukanlah sumber masalah, tetapi bisa menjadi berkah. Caranya dengan pertama, dimulai dari diri sendiri. Kedua, memilah sampah rumah tangga. Dan ketiga, mengelola sampah dengan konsep 3R atau 3Ng. Yaitu reduce atau ngelongi, reduce atau ngelongi, dan recycle atau ngolah, atau mendaur ulang,” jelasnya.

Sementara itu pegiat dari Lembaga Kanker Indonesia Surakarta Hermansen menyatakan, kanker menjadi salah satu penyebab kematian di Indonesia. Dan berdasarkan data, wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker dibanding pria.

“Untuk mencegah kanker, kita bisa lakukan CERDIK. Yaitu C (cek kesehatan secara rutin), E (enyahkan asap rokok), R (rajin aktifitas fisik), D (diet seimbang), I (istirahat yang cukup), dan K (kelola stres),” terangnya.

Peserta sangat antusias mengikuti seminar pengelolaan sampah dan penyuluhan kesehatan kanker ini. Mereka mengaku senang karena mendapat banyak pengetahuan tentang bagaimana cara mengelola sampah dan mencegah kanker.

Pos terkait