WartaKita.org – Taman Penitipan Anak (TPA) – Kelompok Bermain (KB) – Taman Kanak-Kanak (TK) Santa Theresia Wedi, Kabupaten Klaten merayakan pesta nama pelindung sekolah yaitu Santa Theresia dari Kanak Kanak Yesus setiap tanggal 1 Oktober.
Kepala TPA-KB-TK Santa Theresia Wedi, Suster Colleta AK, Selasa (1/10/2024), menyampaikan, pesta nama pelindung sekolah tahun 2024 ini diisi dengan berbagai kegiatan.
Pertama, kegiatan menyusun puzel Santa Theresia yang dilakukan orangtua dan anak pada Sabtu (7/9/2024). Kedua, kegiatan parenting dengan tema “Peran orangtua dalam membentuk karakter anak” dengan narasumber Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr di Balai Mandala Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus (SPM BK) Wedi pada Sabtu (28/9/2024). Ketiga, Misa Syukur pesta nama pelindung sekolah yang dipimpin oleh Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr di Gereja SPM BK Wedi pada Selasa (1/10/2024).
Keempat, display karya anak dan orangtua di aula sekolah. Kelima, pesta dan ramah tamah. Dan keenam, menonton badut bersama. kegiatan ini diadakan pada Selasa (1/10/2024).
Suster Colleta AK menjelaskan, rangkaian acara pesta nama pelindung sekolah dibuka dengan kegiatan menyusun puzel Santa Theresia yang dilakukan orangtua dan anak pada Sabtu (7/9/2024).

Dalam kegiatan menyusun puzel Santa Theresia ini, orangtua diberi rangkuman singkat cerita Santa Theresia. Selanjutnya orangtua menceritakan tentang Santa Theresia kepada anak di rumah. Dari hasil cerita itu, orangtua dan anak kemudian membuat karya dari cerita Santa Theresia itu.
“Orangtua dan anak ini pun lalu membuat karya tentang Santa Theresia. Ada yang diwarnai, dibuat puzel, gambar dihias, dibentuk bunga, dibuat rumah biara dengan gambar Santa Theresia, diberi pigura, dan lain-lain sesuai kreasi anak dan orangtua,” kata suster.
Sedang Misa Syukur pesta nama pelindung sekolah Santa Theresia diadakan di Gereja SPM BK Wedi pada Selasa (1/10/2024). Misa Syukur dipimpin oleh Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr.
Dalam homili, Rama Edy bertanya kepada anak-anak: “Apa keutamaan dari Santa Theresia kecil?”
Anak-anak pun menjawab: “Rajin berdoa, baik hati, dan penuh sukacita”.

Usai Misa Syukur, dilanjutkan display karya anak dan orangtua di aula sekolah. Kemudian pesta dilanjut ramah tamah dan menonton badut bersama.
“Semua kegiatan yang dilakukan ini melibatkan orangtua dari anak-anak. Sehingga terjalin kerjasama yang baik antara sekolah dengan orangtua,” ucap suster.









