Warta Kita.org – Kabar baik bagi masyarakat, terutama para seniman di Kabupaten Klaten dan sekitarnya.
Biennale Klaten 4 2026 yang mengusung konsep Environmental Art (seni lingkungan) akan digelar di Ruang Publik Lima Benua Dukuh Geritan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.
Biennale yang mengangkat tema “Tak Gendong The Power Of Women” ini berlangsung dari tanggal tanggal 17 Oktober 2025 (yang bertepatan dengan hari Kebudayaan Nasional) dan diakhiri pada tanggal 22 April 2026, setelah hari Kartini.
Seniman Environmental Art, Temanku Lima Benua menyampaikan, Biennale Klaten 4 tahun 2026 ini memadukan 5 maestro seniman klasik dan 5 maestro seniman kontemporer, serta 4 ahli tata kelola yang mengharmonisasi desain yang berorientasi pada penggabungan kemewahan, detail rumit, dan nuansa elegan dari gaya tradisional dengan kesederhanaan garis karakter, tekstur yang bersih, serta fungsional modern.
“Biennale Klaten 4 2026 ini mengusung konsep Environmental Art (seni lingkungan) dan mengangkat tema utama “Tak Gendong The Power Of Women” yang berfokus pada kesadaran ekologis, pengelolaan limbah, dan pemaknaan ulang nilai-nilai sosial yang dilakukan dalam 3 sesi. Sesi pertama melakukan kajian. Sesi kedua residensi. Dan sesi ketiga memamerkan hasil karya,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Benua ini menjelaskan, “Tak Gendong” mencerminkan filosofi tanggung jawab, beban, dan kekuatan, yang selaras dengan narasi “The Power of Women” dalam konteks lingkungan.
“Bagaimana perempuan berperan penting dalam merawat lingkungan (menggendong beban ekologis) dan mengelola sampah rumah tangga dengan memilah sampah dari rumah,” ujarnya.
Benua menyatakan, Klaten Biennale Tak Gendong telah mengalami transformasi dari Biennale Klaten Eklusif menjadi Inklusif, yang berjalan perlahan tapi pasti.
“Klaten Biennale Tak Gendong tidak hanya menyajikan karya visual, tetapi juga pengalaman sosial dengan panggung pertunjukan, kuliner tradisi, dan sejarah yang melekat erat di dalam arus lokal dan global, dimana seniman bersama warga bekerja sama dalam berkarya, sehingga menjadi hajatan bersama dan sebagai ruang jumpa antara seni lokal – kontemporer – industri budaya – ekonomi budaya dan arus global dalam menjaga lingkungan,” terangnya.

Ia mengatakan, gelaran Biennale Klaten 4 ini ingin merespon isu lingkungan yang santer digaungkan terkait dengan perubahan iklim (climate change) dan pemanasan global (global warming), serta pelaku seni dan budaya. Karenanya, Biennale Klaten juga melibatkan penggiat lingkungan seperti ibu-ibu bank sampah dan juga pemulung.
“Ada 50 pelaku seni budaya dan penggiat lingkungan yang terlibat dalam Biennale Klaten 4 ini,” tandas Benua.
Hajatan Bersama Biennale Klaten Environmental Art “Tak Gendong The Women Of Power” ini akan dibuka pada tanggal 20 April 2026 pukul 16.00 WIB di Ruang Publik Lima Benua.
Biennale Klaten akan dibuka dengan performan art SMA Negeri 3 Klaten dan Gedruk Saloka Budaya.









