Sambut HUT Ke 59, Stasi Maria Assumpta Glodogan Gelar Prosesi Obor Salib, Usung Tema “Titah Makarya Martani Luhuring Asma”

Prosesi Obor Salib (POS) digelar sebagai salah satu rangkaian menyambut HUT ke-59 Stasi Maria Assumpta Glodogan.

Warta Kita.org – Even Prosesi Obor Salib (POS) kembali digelar dan menjadi bagian dari perjalanan iman umat Stasi Maria Assumpta (GSMA) Glodogan, Paroki Santo Stanislaus Girisonta, Kabupaten Semarang pada Sabtu (8/8/2026).

Prosesi Obor Salib (POS) 2026 ini digelar sebagai salah satu rangkaian menyambut HUT ke-59 Stasi Maria Assumpta Glodogan.

Mengusung tema “Titah Makarya Martani Luhuring Asma”, POS 2026 tidak hanya menghadirkan perarakan, tetapi juga mengajak umat memaknai talenta dan karya sebagai cara untuk memuliakan nama Tuhan.

Ada pesan penting di balik penyelenggaraan POS tahun ini.

Ketua Stasi Maria Assumpta Glodogan Gregorius Virgo Budi Cahyono menyampaikan, kepanitiaan POS dipercayakan kepada Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Santa Maria Assumpta.

“Kepercayaan ini menjadi ruang bagi kaum muda untuk belajar mengambil tanggung jawab, sekaligus menjalani proses regenerasi pelayanan di gereja stasi,” katanya.

Sedang Ketua Panitia POS, Rosa Angela Stefany mengajak umat tidak membiarkan talenta berhenti sebagai potensi.

“Talenta perlu dikembangkan dan diwujudkan dalam karya kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Penampilan sketsa rohani karya Rama A.P. Danang Bramasti, SJ.

Pesan itu hadir melalui beragam penampilan. Suara Daud dari OMK GSMA, wayang kulit Dewa Ruci oleh dalang cilik Rafael Doni Tegar, orkestra SMP Pangudi Luhur Ambarawa, serta sketsa rohani Bangjo Talent yang menyatukan iman, seni, dan kreativitas.

Dalam sketsa rohani, Rama A.P. Danang Bramasti, SJ menegaskan bahwa talenta hendaknya dikembangkan agar berguna bagi diri sendiri, sesama, dan kemuliaan Tuhan.

Perayaan ini semakin istimewa dengan penampilan Maestro Tari, Didik Nini Thowok (Didik Hadiprayitno).

Penampilan Maestro Tari, Didik Nini Thowok (Didik Hadiprayitno) semakin menyemarakkan Prosesi Obor Salib.

Dari obor yang menyala, umat diajak mengingat bahwa iman tidak berhenti pada simbol.

Ia menemukan bentuknya ketika talenta diterjemahkan menjadi karya dan pelayanan.

Pos terkait