Warta Kita.org – Bunga-bunga persaudaraan kembali mekar di Dukuh Kaporan, Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada Minggu (9/8/2026).
Bukan sekadar bunga yang dirangkai untuk memperindah sebuah perayaan, melainkan bunga kebaikan yang dibagikan dan dihidupi bersama.
Semangat itulah yang terasa dalam Pesta Nama Lingkungan Santo Dominikus Kaporan, Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi yang mengusung tema “Andum Bungah Dadi Berkah”.
Perayaan yang berlangsung di Kapel Lingkungan Santo Dominikus tersebut menjadi semakin istimewa karena dirangkaikan dengan Program Sambang, Srawung, Sedulur (S3) dari Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara umat dan masyarakat, sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan.
Berbagai kegiatan disiapkan dalam rangkaian acara, mulai dari jalan sehat, pengobatan gratis, anjangsana kepada umat lanjut usia dan warga yang sedang sakit, hingga hiburan organ tunggal dan pembagian doorprize.

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Prodiakon Paroki Wedi Antonius Yunianto.
Setelah itu, Wakil Ketua II Dewan Harian Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Yohanes Eko Mardiyono mewakili paroki menyampaikan sambutan pembukaan.
Semangat kebersamaan kemudian diwujudkan melalui jalan sehat yang diikuti umat dan warga sekitar.
Jalan sehat secara resmi dibuka oleh Pemerintah Desa Pasung yang diwakili oleh Kepala Dusun (Kadus) Pasung Sentot.
Dengan penuh antusias, peserta menyusuri jalan-jalan di sekitar wilayah Kaporan. Canda, sapa, dan kebersamaan menjadi warna sepanjang perjalanan.
Usai jalan sehat, suasana semakin semarak dengan hiburan organ tunggal dan pembagian doorprize.
Namun, di tengah kemeriahan tersebut, pesan tentang persaudaraan dan kepedulian tetap menjadi inti perayaan.

Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr hadir dan menyampaikan sambutan.
Rama Edy mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut serta menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat dan warga yang telah terlibat, berpartisipasi, dan turut memeriahkan acara.
“Keterlibatan banyak pihak menjadi tanda bahwa sebuah perayaan iman dapat sekaligus menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dengan masyarakat sekitar,” kata Rama
Perjumpaan yang sederhana melalui olahraga, pelayanan kesehatan, kunjungan, maupun hiburan dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarwarga.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Pasung Sumarsono.
Dalam sambutan, Kades Pasung menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan Pesta Nama Lingkungan Santo Dominikus sekaligus program S3 yang dihadirkan oleh Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi.

Sumarsono menilai, kegiatan tersebut menjadi bagian dari praktik baik kehidupan bersama di Desa Pasung.
Menurutnya, masyarakat Desa Pasung hidup dalam keberagaman agama dan keyakinan. Karena itu, toleransi dan kolaborasi yang telah terbangun perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Ia berharap, praktik baik yang selama ini berlangsung di Desa Pasung, khususnya di Dukuh Kaporan, dapat dipertahankan dan semakin ditingkatkan.
“Perbedaan agama dan keyakinan, bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi kesempatan untuk membangun kerja sama dan persaudaraan,” tandas Kades.
Pesta Nama Lingkungan Santo Dominikus Kaporan ini menjadi lebih dari sekadar perayaan pelindung lingkungan.
Melalui tema “Andum Bungah Dadi Berkah”, umat diajak untuk membagikan bunga-bunga kebaikan melalui kepedulian, persaudaraan, dan pelayanan.
Dari Kaporan, semangat itu kembali ditegaskan: ketika kebaikan dibagikan, ia tidak pernah berkurang. Sebaliknya, kebaikan justru tumbuh menjadi berkah bagi semakin banyak orang.









