Ubah Gambaran Politik, Sekabel Jokowi Gelar Baksos Pengobatan Gratis Di Pasung, Wedi

Warga mengikuti baksos pengobatan gratis di lapangan Desa Pasung, Minggu (17/3/2019).

WartaKita.org – Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi menggelar bakti sosial (baksos) pengobatan gratis di lapangan Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada Minggu (17/3/2019).

Ketua Umum Sekabel Jokowi, Setyo Wisnu Subroto menyampaikan, baksos pengobatan gratis ini dimaksudkan untuk memberikan pencerahan atau gambaran bahwa politik itu santun, indah, dan bermanfaat.

Bacaan Lainnya

“Kita melihat telah terjadi degradasi proses politik yang berlandaskan emosional. Yang diwarnai hoax, ujaran kebencian, dan sebagainya. Ini akan berpengaruh buruk bagi anak-anak, generasi kita mendatang. Maka kita ubah cara pandang berpolitik itu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, seperti baksos yang kita adakan ini,” katanya.

Setyo Wisnu Subroto menyatakan, sasaran baksos pengobatan gratis ini sekitar 1.000 warga. Tetapi kalau masih ada warga yang membutuhkan, akan terus dilayani.

“Keluhan-keluhan yang disampaikan warga yang berobat di sini, untuk warga yang telah sepuh (tua) umumnya tekanan darah tinggi, pegel-pegel, dan mudah capek. Sedang untuk anak-anak adalah influenza dan ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut,” ujarnya.

Setyo menjelaskan, pihaknya mendukung Jokowi untuk menjadi presiden 2 periode karena pertama, karya nyata Jokowi, terutama pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, basic sebuah negara bisa menjadi maju kalau didukung infrastruktur yang memadai. Karena tidak mungkin suatu negara itu bisa maju tanpa pembangunan infrastruktur yang masif dijalankan. Sebab, infrastruktur ini menjadi pondasi gerakan barang produksi dan barang ekonomi dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Dan yang kedua, Jokowi adalah satu-satunya presiden yang melarang keluarganya, sahabat-sahabatnya untuk masuk ke proyek pemerintah, mengatur kuota impor, dan sebagainya. Ini perubahan paradigma bagi keluarganya, dan sahabat-sahabatnya,” tandasnya.

Setyo mengatakan, selama pemerintahan Jokowi, aturan ekspor , khususnya mebel dan kayu sudah banyak perubahan. Peraturan ekspor yang dulunya berlapis-lapis, sekarang dibuat simpel atau sederhana.

“Dalam pemerintahan Jokowi ini telah terjadi deregulasi yang luar biasa. Sehingga dampaknya, beberapa waktu terakhir ini ekspor untuk mebel dan kayu yang sudah surplus, sudah positif,” terangnya.

Dia mengutarakan, berdasarkan data base, ada belasan juta anggota Sekabel di seluruh Indonesia. Dan semua anggotanya telah terkoneksi dalam big data.

Baksos pengobatan gratis ini ditanggapi baik oleh warga. Buktinya, warga dari berbagai desa datang ke lapangan Pasung untuk memanfaatkan baksos pengobatan gratis ini.

Pos terkait