Sosialisasi Di Wedi, Henry Indraguna Senam Bersama Warga Dan Blusukan Ke Pasar

Henry Indraguna berfoto bersama warga yang mengikuti senam di Lapangan Senopati, Minggu (17/3/2019) pagi.

WartaKita.org – Satu bulan menjelang Pemilu, calon DPR RI dari Partai Perindo KRAT Henry Indraguna kian gencar melakukan sosialisasi.

Pada Minggu (17/3/2019) pagi, Calon Legislatif (Caleg) Partai Perindo noor urut 1 ini melakukan senam bersama warga di Lapangan Senopati di Dukuh Klumutan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Bacaan Lainnya

Sekitar 500 warga yang sebagian besar adalah emak-emak mengikuti senam bersama yang diadakan di area Taman Bambu ini. Warga nampak antusias dan bersemangat mengikuti gerak yang dipandu oleh instruktur senam Endang dari Klaten.

Caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V ini dalam sambutan mengajak warga untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Saya mengajak bapak, ibu, saudara, dan saudari semua untuk datang ke TPS (tempat pemungutan suara) pada 17 April 2019 nanti. Gunakan hak pilih panjenengan sesuai hati nurani. Pilihlah caleg yang cerdas, yang mau mendatangi warga, yang mau bekerja dan melayani, dan yang bisa memberikan solusi,” ajaknya.

Usai sambutan, pengacara kondang ini melayani warga yang ingin ber-swafoto dengan dirinya. Kemudian, Bendahara Umum Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini menyalami satu per satu warga sembari mohon dukungan pada Pemilu 17 April 2019 nanti.

Selanjutnya, warga menikmati makan pagi secara gratis. Dan untuk menyemarakkan suasana, panitia juga menyediakan berbagai hadiah doorprize menarik.

Henry Indraguna bersama tim saat blusukan ke Pasar Wedi, Minggu (17/3/2019) pagi.

Dari Lapangan Senopati, Henry Indraguna kemudian beranjak ke Pasar Wedi. Di Pasar Wedi, pengusaha cuci mobil ini menyapa para pedagang. Henry juga membeli beberapa dagangan yang dijual pedagang.

“Pagi ini saya blusukan ke Pasar Wedi. Saya ingin melakukan sosialisasi ke pedagang. Saya juga ingin mencari tempe yang kabarnya setipis kartu ATM (anjungan tunai mandiri). Dan ternyata, saya tidak mendapatkan tempe yang setipis kartu ATM itu. Tempe yang dijual pedagang di sini tebal dan besar,” ujarnya.

Pos terkait