Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan, Tim KKN UNS Di Keden, Pedan Gelar Workshop Ecoprint, Diikuti 108 Siswa SD

Tim Kuliah Kerja Nyata Kelompok 60 tahun 2024 dari UNS berfoto bersama para siswa Kelas 6 SDIT An Najah Jatinom di sela workshop ecoprint pada Kamis (29/2/2024).

WartaKita.org – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 60 tahun 2024 dari Universitas 11 Maret Surakarta (UNS) menggelar workshop ecoprint kepada 108 siswa Kelas 6 SDIT An Najah Jatinom, Kabupaten Klaten pada Kamis (29/2/2024).

Workshop ecoprint ini menjadi program unggulan yang diusung oleh Tim KKN Kelompok 60 periode 16 Januari – 5 Maret 2024 di Desa Keden, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten di bawah bimbingan Evi Gravitiani.

Bacaan Lainnya

Dalam workshop ini, Tim KKN Kelompok 60 menggandeng UMKM ecoprint lokal asal Desa Keden yang sekaligus mitra KKN, yaitu Eunique by Kamala Art sebagai narasumber.

Eunique by Kamala Art  ini telah tercatat sebagai mitra Bank Indonesia (BI) Kelompok UMKM Solo Raya (Kersa).

Anggota Tim KKN Kelompok 60 UNS, Muthia Alya menjelaskan, program workshop ecoprint ini dilakukan dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu pendidikan berkualitas.

“Tujuannya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa, mengembangkan kreativitas, menambah edukasi mengenai ecoprint, sekaligus membuka wawasan anak mengenai pemanfaatan tanaman,” katanya.

Tim Kuliah Kerja Nyata Kelompok 60 tahun 2024 dari UNS saat mendampingi para siswa Kelas 6 SDIT An Najah Jatinom pada acara workshop ecoprint, Kamis (29/2/2024).

Sedang Founder dan Owner Eunique by Kamala Art, Erna Kuswandari yang menjadi narasumber workshop menceritakan, ia pernah mengalami jatuh bangun dalam mendirikan dan mengelola usaha ecoprint.

Hal ini ia sampaikan sebagai motivasi untuk siswa.

“Kakak merintis usaha pada akhir tahun 2019 hingga saat ini. Pertama, kakak ikut pameran di tingkat PKK kecamatan. Lalu, berjenjang naik ke kabupaten. Dari tingkat kabupaten, Eunique by Kamala Art terus melebarkan sayapnya ke tingkat Solo Raya dan nasional, hingga pada tahun 2021 memulai ekspor pertamanya ke Oman,” jelasnya.

Setelah sesi motivasi, siswa kemudian melakukan praktik pembuatan ecoprint dengan media tote bag dan metode pounding atau pukul-pukul.

“Kalau untuk yang pukul-pukul, sudah kita siapkan aneka daun. Kita proses tempel,  lalu dilakukan pemukulan dengan media palu,” ujar Erna.

Erna menjelaskan, langkah pertama adalah tote bag direndam formula khusus yang lebih dikenal dengan istilah “mordanting”. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kain dalam menyerap zat warna dari daun.

Selanjutnya, totebag diangin-anginkan hingga kering, sebelum akhirnya siap digunakan.

Siswa kemudian menyusun daun yang diberikan tim KKN ke atas tote bag sesuai dengan kreativitas mereka. Langkah berikutnya adalah dengan melapisi daun yang telah dibentuk pola dengan plastik. Kemudian, daun dipukul terus-menerus dengan palu hingga motif tersebut tercetak pada tote bag,

Setelah semua pola daun tercetak, lepaskan plastik dan daun yang menempel pada tote bag. Proses ecoprint dengan teknik pounding pun selesai, dan tinggal dilakukan pengeringan selama satu minggu.

Sejumlah siswa Kelas 6 SDIT An Najah Jatinom menunjukkan hasi karya workshop ecoprint, Kamis (29/2/2024).

Workshop ecoprint yang berlangsung selama 2 jam ini ditanggapi baik oleh peserta. Anak-anak mengikuti seluruh kegiatan dengan antusias.

“Senang, tetapi harus sabar saat pukul-pukulnya,” ujar Gendhis, salah satu peserta workshop.

Pihak sekolah pun merespon dengan baik workshop ini sebagai sarana yang bagus untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa.

“Anak-anak bisa mendapatkan pengalaman berharga dari Ibu Kamala yang sampai saat ini sudah bisa ekspor ke beberapa negara,” ucap Puji Rahayu, pendamping siswa di workshop ecoprint tersebut.

Pos terkait