WartaKita.org – Musyawarah Kerja (Musker) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten tahun 2019 diadakan di Aula SMP Negeri 2 Klaten, Rabu (16/1/2019).
Muskerkab PMI Klaten ini sebagai sarana mengevaluasi pelaksanaan program PMI Klaten tahun 2018 dan menyusun program kerja PMI Klaten tahun 2019.
Ketua PMI Kabupaten Klaten Purwanto AC dalam sambutannya mengatakan, sesuai Anggaran Dasar PMI BAN VII Pasal 27 tentang musyawarah, maka Muskerkab PMI Klaten bertugas untuk membahas dan menilai pelaksanaan program kerja PMI Klaten tahun 2018 termasuk penggunaan anggarannya. Juga untuk menyusun rencana program kerja tahun 2019 termasuk Rencana Anggaran Belanja (RAB)-nya serta membahas hal-hal penting dalam organisasi kemanusiaan PMI.
Purwanto menjelaskan, selama tahun 2018 ada enam strategi dan 172 kegiatanyang dilakukan PMI Klaten. Khusus untuk Bulan Dana PMI 2018 terkumpul Rp 1.230.578.200.
“PMI Klaten memiliki rawat inap dan rawat jalan 24 jam bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yang didukung pelayanan klinik gigi, spesialis penyakit dalam, fisioterapi, radiologi, dan laboratorium dengan jumlah pasien tahun 2018 sebanyak 72.269 pasien,” katanya.
Purwanto menambahkan, unit transfusi darah selama tahun 2018 telah mengelola donor darah sebanyak 24.697 kolf. Selain itu, PMI Klaten juga telah mengirim relawan bencana ke Lombok Nusa Tengara Barat (NTB) dan Palu, Sulawesi Tengah.
Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan mengatakan, PMI tidak boleh luntur sebagai lembaga kemanusiaan yang resmi dan terus melayani umat. Karena sejarah PMI telah membuktikan mampu mewarnai perjalanan perjuangan Bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan hingga sampai sekarang.
“Nilai-nilai kemanusiaan yang diusung para penggiat dan relawan PMI tak boleh berubah dan tak boleh luntur, karena dalam menjaga jati diri lembaga itu dimaknai dengan kesungguhan seluruh keluarga besar PMI itu sendiri. Para relawan PMI juga harus terus menjaga prinsip dan nilai kemanusiaan sebagai etos kerja untuk terus menebar nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat,” pesan bupati.
Menurut Bupati Klaten, luasnya jaringan PMI yang dapat dirangkul dengan didukung jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai serta fasilitas dan prasarana yang dimiliki maupun kepercayaan kepercayaan masyarakat kepada PMI, merupakan potensi sekaligus modal yang harus dikelola dengan amanah dan baik. Karena kemajuan PMI ke depan, akan ditentukan bagaimana PMI mengelola potensi yang dimiliki serta kesungguhan dalam menjaga amanah yang diberikan kepada PMI.
“Maka saya berharap, Muskerkab PMI Klaten tahun 2019 ini dapat dijadikan sarana dan momentum yang baik untuk merancang dan mengevaluasi program kerja PMI. Melalui Muskerkab, agar PMI Klaten dapat mempertahankan prestasi yang telah dicapai selama ini. Dan juga agar PMI Klaten dapat semakin maju bersama Pemkab Klaten untuk mewujudkan masyarakat Klaten yang maju, mandiri dan berdaya saing,” harap bupati.









