Rutin Donor Darah, Umat Bisa Bantu Sesama, Badan Jadi Lebih Sehat Dan Segar

Paroki Wedi menggelar aksi donor darah pada Minggu (8/6/2025) pagi.

WartaKita.org – Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten menggelar aksi donor darah di Pasturan Gereja Paroki Wedi pada Minggu (8/6/2025) pagi.

Kegiatan donor darah ini merupakan kerja sama antara Tim Pelayanan Kesehatan Paroki Wedi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten.

Bacaan Lainnya

Tim Pelayanan Kesehatan Paroki Wedi E Dwi Atmanti Nuswantari menyampaikan, kegiatan donor darah ini rutin diadakan setiap tiga bulan sekali, atau empat kali dalam setahun. Aksi donor darah ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga untuk menyusun data umat yang memiliki golongan darah tertentu.

“Kami juga membentuk grup pendonor darah. Agar jika sewaktu-waktu ada yang membutuhkan darah, dapat menghubungi dan meminta bantuan melalui grup WhatsApp (WA) tersebut. Dengan begitu, komunikasi antar pendonor dan orang yang membutuhkan darah menjadi lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Dwi Atmanti menjelaskan, dalam aksi donor darah ini, prosedur dilakukan dengan ketat untuk menjaga kesehatan pendonor. Calon pendonor wajib menjalani pemeriksaan tensi darah dan kadar hemoglobin (Hb) sesuai standar. Selain itu, usia pendonor minimal 18 tahun dan maksimal 60 tahun.

“Untuk pendonor usia 60 tahun, donor darah dapat dilakukan maksimal dua kali setahun dengan jeda minimal enam bulan,” katanya.

Dwi menyatakan, umat yang rutin melakukan donor darah tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperoleh manfaat kesehatan.

“Saat darah diambil, tubuh akan merangsang produksi darah baru, sehingga donor darah yang dilakukan secara rutin, dapat membuat badan menjadi lebih sehat dan segar,” jelasnya.

Selain bermanfaat bagi kesehatan, kegiatan donor darah ini juga mempererat solidaritas dan kebersamaan antarumat. Dari kegiatan sederhana ini, banyak nyawa telah tertolong dan umat merasa semakin sehat dan bersemangat.

Pos terkait