WartaKita.org – Jajaran Sat Reskrim Polres Klaten menangkap Winarno alias Bento (42), warga Dukuh Tropayan, Desa Krajan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten pada Senin (17/1/2022) pukul 20.00 WIB.
Bento ditangkap karena melecehkan dan memukul RS, seorang penyanyi wanita asal Kecamatan Ngawen saat tampil di hajatan ngunduh mantu di Desa Krajan, Kecamatan Kalikotes pada Sabtu (8/1/2022) malam.
Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujiyanto, saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Selasa (18/1/2022), menyampaikan, Bento ditangkap polisi di rumahnya. Saat ditangkap, tak ada perlawanan dari Bento. Sebelum ditangkap, Bento sembunyi ke tempat saudaranya di Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk.
“Bento sudah kami tangkap di rumahnya. Tadi malam,” katanya.
Iptu Eko Pujiyanto mengatakan, Bento dijerat Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan. Ancaman hukuman berupa hukuman pidana selama lima tahun.
“Bento memukul dua kali ke korban,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Bento menyentuh bagian sensitif penyanyi wanita itu di hajatan ngunduh mantu di halaman rumah Agus Supriyanto di Desa Krajan RT 006 RW 008, Kecamatan Kalikotes, Sabtu (8/1/2022) pukul 22.00 WIB.
Saat itu, Bento berjoget persis di depan RS. Tiba-tiba Bento mencolek bagian sensitif penyanyi muda tersebut.
Tak terima dilecehkan, RS langsung melemparkan gelas berisi air mineral ke arah Bento. Lantaran dilempar gelas berisi air mineral, Bento langsung memukul RS. Pukulan Bento mengenai wajah RS.
Akibat pukulan itu, RS mengalami luka di bagian mulut. RS sempat opname di Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten selama lima hari.
RS melaporkan kejadian tersebut ke Polres Klaten.
Sedang Bento mengaku, dia memukul RS karena sakit hati.
“Saya tidak sengaja menyenggol [bagian sensitif RS]. Saya sakit hati karena didorong. Lalu saya memukulnya,” ujarnya.
Sementara itu, seniman Klaten Supriyadi Jimbling mengucapkan terima kasih kepada polisi karena bergerak cepat menangkap Bento.
Dia berharap, kejadian seperti ini tak terulang kembali.
“Ini untuk memberikan efek jera ke pelaku. Saya pribadi prihatin dengan kejadian ini. Ini untuk pembelajaran bersama juga, baik bagi pelaku seni dan penikmat seni untuk saling menghargai,” ucapnya.









