WartaKita.org – Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Kabupaten Klaten mengadakan ibadat bersama untuk membuka Pekan Doa Sedunia 2022 di Gereja Paroki setempat, Selasa (18/1/2022).
Ibadat ini diikuti oleh sekitar 280 umat Kristiani di Kecamatan Cawas.
Ada sejumlah gereja yang ikut dalam acara ibadat ini. Diantaranya Gereja Kristen Jawa (GKJ) Cawas, GKJ Pepanthan Burikan, GKJ Pepanthan Bogor, Gereja Baptis, Gereja Maranatha, dan Gereja Kristen Rahmani Indonesia (GKRI).
Ibadat dipimpin oleh Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Rama Alexander Joko Purwanto, Pr, Pendeta Paulus Mukiha (GBI), Pendeta Yohanes Triwaluya (GKRI), Edi Pranowo (GKJ), dan Ibu Pendeta Sriyanto (Gereja Maranatha).
Ibadat dibuka dengan tarian penyambutan berupa Tari Gambyong yang dimainkan oleh anak-anak SMP Negeri 1 Cawas. Kendati mereka tidak beragama Kristiani, namun mereka merasa gembira boleh ikut terlibat dalam gerakan oikumene di Gereja Katolik Cawas.
Mendung tebal yang menghiasi cuaca di Cawas tidak menyurutkan umat untuk hadir dalam ibadat ini.
Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Rama Alexander Joko Purwanto, Pr dalam homili mengatakan, ibadat ini menjawab kerinduan umat untuk bertemu sebagai saudara seiman dalam Kristus setelah sekian lama tidak berkumpul karena pandemi.
“Kita bersyukur boleh melewati masa-masa sulit. Di tengah situasi kegelapan karena pandemi, ada banyak bintang-bintang penuntun yang memberi harapan. Seperti para majus yang dipimpin oleh Bintang Timur untuk menjumpai Sang Juruselamat. Kita juga dibimbing oleh bintang. Mereka yang menjadi bintang adalah orang-orang atau pribadi-pribadi yang menolong dan menuntun kita menuju keselamatan,” kata rama.
Ketua Komisi HAK Kevikepan Surakarta ini menyampaikan, semua juga bisa menjadi bintang.
“Siapa pun kita, kita bisa menolong mereka yang sedang bimbang dan ragu, menemani mereka yang sedang putus asa, memberi petunjuk dan teladan bagi mereka yang hilang harapan, menghibur mereka yang sedang sakit dan menderita. Sekecil apapun cahaya kita sebagai bintang, akan tetap berguna dalam kegelapan,” tandas rama.

Rama Joko Purwanto mengungkapkan, ini adalah awal yang menggembirakan. Karena semangat dan antusiasme umat sangat besar.
“Mungkin karena sudah lama tidak ada kegiatan, sehingga dari ibadat ini, kegembiraan dan semangat tumbuh dari umat, mulai anak-anak sampai para lansia,” ujar rama.
Rama Joko berharap, awal yang baik ini semoga menular menjadi penyemangat untuk tim-tim pelayanan yang lain untuk bangkit bergerak menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan pastoral ke depan.
“Saya optimis, umat akan segera bangkit lagi untuk menghidupi gerejanya,” harap rama.
Sementara itu Tim Pelayanan HAK Paroki Cawas yang juga ketua panitia ibadat bersama, Totok Alex Maryadi menjelaskan, persiapan ibadat Oikumene ini cukup singkat.
“Kira-kira hanya dua minggu kami mempersiapkan acara ini. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas keterlibatan dari banyak pihak. Seperti para ketua umat, ibu-ibu paroki, dewan pastoral harian, tim keamanan, juga kelompok Koor OAOE,” ucapnya.
Dalam ibadat ini, Kelompok Anak-Anak PIR Paroki Cawas juga menyumbangkan lagu-lagu dalam assemble musik. Meski persiapannya singkat, mereka bisa tampil dengan baik.









