Warta Kita.org – PT Maleo Edukasi Teknologi mengambil langkah berani dengan menghadirkan pendidikan digital tingkat tinggi dalam kegiatan Coding Quest SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta di Kali Boyong Resto dan Camp Pakem, Kabupaten Sleman pada Kamis (15/10/2025).
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya menikmati suasana sejuk Pakem, tetapi juga dibekali skill vital untuk Era 4.0 yaitu memahami dan merancang Kecerdasan Buatan (Machine Learning) dan mengaplikasikan Konsep STEM.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta Susamta.
Dalam sambutan Susamta menyambut baik kolaborasi edukatif ini dan menekankan pentingnya pembelajaran di luar kelas.
“Harapan kami, hari ini para siswa dapat memperoleh ilmu yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengenalan AI dan kegiatan Unplugged Coding. Belajar tidak harus di meja kelas, tetapi bisa di mana pun dan kapan pun,” kanya.
Susamta juga berpesan agar para siswa senantiasa menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater.
Untuk diketahui, sebanyak 200 siswa dari Kelas 7, Kelas 8, dan Kelas 9 SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta menjadi peserta Coding Quest yang dibagi menjadi dua arena challenge yang dirancang sesuai jenjang.
Siswa Kelas 8 dan Kelas 9, selaku kelompok senior, terjun langsung ke dalam simulasi pengembangan kecerdasan buatan.
Dengan menggunakan platform PictoBlox, mereka berlajar sebuah sistem AI untuk mengenali usia dan emosi. Tantangan berlanjut dengan penggunaan Teachable Machine, di mana setiap siswa membangun model AI yang dipersonalisasi untuk mengenali wajah mereka sendiri dan mengukur tingkat presisinya.

Di sisi lain, para siswa Kelas 7 selaku kelompok junior mengasah kemampuan problem-solving mereka melalui tantangan fisika terapan. Dalam sesi ini, mereka berperan sebagai insinyur muda yang harus merancang dan menyusun struktur bangunan dari sedotan. Hasil karya mereka kemudian diuji ketahanannya terhadap hembusan angin untuk menilai tingkat stabilitas dan kekokohan strukturnya.
Tidak berhenti di situ, semangat kompetisi berlanjut ke stage ‘Unplugged Coding’ di area terbuka, di mana berbagai lomba yang seru dan inovatif menguji secara langsung critical thinking, kekompakan tim, dan kreativitas eksplosif setiap siswa.

Salah satu peserta dari Kelas 9B, Hanna mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan ini.
“Kegiatan Coding Quest hari ini paling seru dalam 2 tahun pelaksanaan terakhir. Awalnya sih panas, tapi setelah diikutin ternyata seru dan sangat edukatif. Semoga kedepannya terus berlanjut,” ungkapnya.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang kompetisi. Apresiasi tertinggi diberikan kepada juara kategori “Fun STEM Terkuat dan Tertinggi” (Kelas 7), peraih “Best Machine Learning” (Kelas 8 dan Kelas 9), serta para pemenang dari kategori permainan outbound.
Lebih dari sekadar outing, Coding Quest menjadi bukti nyata bagaimana kegiatan rekreasi dapat ditransformasi menjadi sebuah ajang pengembangan talenta digital. Para siswa tidak hanya menikmati suasana alam yang asri, tetapi juga pulang dengan bekal fondasi keterampilan teknologi yang esensial untuk masa depan.









