WartaKita.org – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menorehkan prestasi dengan lolos pendanaan dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti Ristek).
Program ini diberi nama “Lokawira Mandiri: Pemberdayaan UMKM Berbasis Hilirisasi Potensi Komoditas Lokal dan Penguatan Kelembagaan Bisnis Menuju Desa Agrosociopreneur Inklusif Berkelanjutan”, yang berfokus pada pemberdayaan UMKM di Desa Malanggaten, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.
Untuk diketahui, PPK Ormawa merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademis, tetapi juga berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan riil masyarakat desa.
Desa Malanggaten dipilih karena memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan UMKM, terutama komoditas padi dan produk olahan kuliner.
Berdasarkan data BUMDes setempat, terdapat 208 UMKM aktif, di mana 61,2 persen di antaranya bergerak di sektor kuliner. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi hambatan seperti keterampilan manajemen usaha, pemasaran, serta belum optimalnya hilirisasi produk.
Ketua Tim PPK Ormawa BEM FP UNS, Dekan Fatur Rohman menyatakan, pemilihan Desa Malanggaten bukan tanpa alasan.
“Kami melihat desa ini memiliki potensi luar biasa, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Banyak pelaku UMKM yang memiliki semangat tinggi, tapi terkendala dalam manajemen dan pemasaran. Dengan program ini, kami ingin menjadikan Desa Malanggaten sebagai model Desa Agrosociopreneur yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dekan Fatur menyampaikan, Program Lokawira Mandiri akan membentuk komunitas UMKM sebagai pusat pelatihan dan pendampingan, mendorong hilirisasi produk berbasis padi seperti cireng nasi, gipang, dan rice cracker, serta mendukung penguatan kelembagaan dan legalitas UMKM.
Selain itu, program ini juga akan memfasilitasi branding produk dan pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce. Tidak hanya sampai di situ, program juga diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja baru melalui sinergi dengan BUMDes dan mitra pentahelix.
Ia mengatakan, untuk mendukung keberhasilan program, maka Tim PPK Ormawa BEM FP UNS telah melakukan serangkaian musyawarah, sosialisasi, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah desa, pelaku UMKM, PKK, dan tokoh masyarakat.
Salah satu wujud konkret dukungan adalah penyediaan fasilitas desa sebagai pusat kegiatan pelatihan, serta pembentukan komunitas “Lokawira Mandiri” yang kini telah memiliki struktur dan rencana kerja jangka panjang.
“Melalui program ini diharapkan, pelaku UMKM di Desa Malanggaten dapat naik kelas, meningkatkan pendapatan, dan menjalin kemitraan yang lebih luas. Harapan kami, program ini menjadi langkah awal bagi keberlanjutan pemberdayaan desa berbasis potensi lokal. Semoga Lokawira Mandiri menjadi inspirasi dan kontribusi nyata kami dalam membangun Indonesia dari desa,” harap Dekan Fatur.









