WartaKita.org – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta (BEM FP UNS) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKOK) berkomitmen memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui kolaborasi dan transformasi digital.
Dan Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi pendampingan UMKM.
Desa Ngringo memiliki potensi besar di sektor UMKM dengan berbagai jenis usaha yang beragam. Hal ini menjadikan desa tersebut sebagai calon sentra perekonomian.
Namun, UMKM di Desa Ngringo menghadapi berbagai tantangan, seperti manajemen yang belum optimal dan belum adanya digitalisasi dalam pemasaran sehingga produk masih dijual melalui toko offline.
Selain itu, kemasan produk yang belum memenuhi standard, membuat pelaku UMKM belum dapat memaksimalkan produk yang mereka jual. Padahal kualitas produk mereka sudah baik.
Sebagai upaya mendukung pelaku UMKM, maka Tim PPKOK BEM FP UNS mengadakan seminar dan pelatihan pemasaran digital dan pengemasan produk di Balai Desa Ngringo pada Minggu (28/7/2024).
Acara ini dihadiri oleh 75 UMKM yang akan dibina melalui program PPK Ormawa DIKTI.
Sosialisasi ini juga dihadiri Dosen Pendamping Raden Kunto Adi, SP, MP dan Perangkat Desa Ngringo yang juga pelaku UMKM berpengalaman, Dheva Enlivena, S.Sn.

Acara ini dibagi menjadi dua sesi.
Sesi pertama diisi seminar pemasaran digital dengan pembicara Alif Arna Danan Abdul Faathir, pemilik dari usaha “Ampyang Jawa”.
Dalam kesempatan itu, Alif Arna Danan Abdul Faathir memaparkan tentang pentingnya pemasaran digital untuk UMKM. Karena melalui pemasaran digital, omset usahanya bisa melejit naik.
“Usaha Ampyang Jawa saya sudah menembus pasar internasional seperti ke negara Jepang,” katanya.
Sedang pembicara kedua yaitu Lisyani Nafari Susana, ST dari Dinas Koperasi Usaha Kecil, Transmigrasi Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Karanganyar.
Lisyani Nafari Susana menyampaikan tentang pentingnya kemasan sebuah produk.
“Kemasan yang baik tidak hanya berfungsi sebagai wadah untuk melindungi produk. Tetapi juga sebagai alat pemasaran yang efektif yang dapat meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen,” ujarnya.









