WartaKita.org – Satu lagi ikon wisata hadir di Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten. Namanya Tugu Ikan Kotes.
Peresmian Tugu Ikan Kotes ini dilakukan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada Minggu (20/7/2025) pagi.
Acara peresmian Tugu Ikan Kotes ini bersamaan dengan Festival Jenang Kalikotes.
Dalam peresmian Tugu Ikan Kotes ini, Bupati Klaten beserta perwakilan yang ditunjuk secara simbolis memecahkan kendi ke lantai dasar tugu tersebut. Kendi tersebut berisi air yang berasal dari 10 mata air yang ada di 10 RW di Desa Kalikotes.
Kepala Desa (Kades) Kalikotes Ponidi menyampaikan, Tugu Ikan Kotes ini merupakan inisiasi Pemerintah Desa Kalikotes bersama para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan didukung penuh oleh Pemerintah Kecamatan Kalikotes.
“Kebersamaan ini mempunyai makna, bahwa seluruh warga Desa Kalikotes menyatu “gumregut cancut taliwondo” (bersemangat menyingsingkan lengan), bekerja membangun Desa Kalikotes secara bersama sama,” katanya.
Ponidi menjelaskan, ada sejarah mengapa desa ini dinamakan Kalikotes.
Pada masa Kerajaan Kasunanan Surakarta, Sunan Pakubuwono II dalam rangka berburu hewan di sebuah hutan di daerah selatan Klaten menemukan sebuah aliran sungai (kali). Beliau turun ke sungai tersebut untuk sekadar membasuh muka. Kemudian dilihatnya seekor ikan Kotes yang menarik perhatiannya.
“Dan kemudian, Sunan Pakubowono II bersabda: kelak, daerah dimana beliau membasuh muka dan ketemu ikan Kotes ini jika sudah ramai, maka daerah ini akan dinamai Desa Kalikotes,” paparnya.
Dan untuk mengenang peristiwa tersebut, maka Pemerintah Desa Kalikotes bersama mahasiswa UGM yang sedang KKN di Desa Kalikotes, dan dengan dibantu dana dari Kampus UGM membangun Tugu Ikan Kotes.
Kades Kalikotes berharap, keberadaan Tugu Ikan Kotes ini dapat menjadi ikon Desa Kalikotes pada khususnya, dan Kecamatan Kalikotes pada umumnya. Tugu Ikan Kotes ini diharapkan semakin melengkapi obyek wisata di Desa Kalikotes.
Karena selama ini, Desa Kalikotes telah memiliki sejumlah obyek wisata antara lain Sentra Hidroponik Tirta Arum, Bumi Perkemahan Tirta Mulya, Gedung Pertemuan Tirta Mandala dan Pasar Rakyat Jodha. Selain itu, di Desa Kalikotes juga ada Festival Jenang yang dilaksanakan oleh para ibu dasa wisma di setiap wilayah RW.
“Semoga dengan adanya Tugu Ikan Kotes ini, masyarakat Desa Kalikotes akan semakin sejahtera,” harapnya.
Sedang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pada Masyarakat (PPM) UGM, Prof Suratman menyambut baik peresmian Tugu Ikan Kotes dan Festival Jenang ini.
“Di sini, ada Festival Jenang. Artinya, ada jeneng dan jenang. Mudah-mudahan Kalikotes ini ada jenang-nya, tapi juga ada jeneng-nya. Setelah ini, rejekinya akan mengalir, melimpah, sampai ke rumah-rumah. Dari kantor ke pasar, ke masjid, ke rumah-rumah, sehingga tidak ada warga yang miskin, semuanya pinter. Semoga setiap keluarga ada satu sarjana,” tandasnya.
Dalam Festival Jenang ini, warga Desa Kalikotes menyediakan 1000 cup jenang yang terdiri dari 10 macam jenang. Jenang sebanyak ini merupakan sumbangan dari 10 RW di desa tersebut. Jenang dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.









